Pemkab Kudus Target Transaksi Dandangan di Kudus Tembus Rp 17 Miliar

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan transaksi perputaran uang pada tradisi Dandangan mencapai Rp 17 miliar. Bagi Pemkab, angka ini dirasa realistis, sebab animo masyarakat yang begitu besar pada tradisi masyarakat menyambut bulan suci Ramadan ini.

Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah, Bellinda Putri Sabrina Birton mengungkapkan Dandangan kali ini dipadati pengunjung, bahkan dari siang sampai malam hari.

”Banyaknya masyarakat yang datang sampai kawasan Dandangan menjadi padat artinya animo masyarakat begitu bagus,” kata Bellinda, Selasa (17/2).

Pihaknya optimistis target Transaksi perputaran uang di tradisi Dandangan tahun ini sebesar Rp 17 miliar dapat tercapai. Optimisme itu datang mengingat Dandangan juga dikunjungi masyarakat dari luar Kabupaten Kudus.

”Para pedagang juga mengalami kenaikan omzet yang lumayan. Beberapa ada yang omzetnya naik sampai 50 persen di Dandangan tahun ini,” ujar Bellinda.

Selain itu, Bellinda juga sudah merencanakan inovasi transaksi digital pada Dandangan tahun depan. Ia ingin, semua pedagang bisa melayani transaksi digital.

”Dandangan tahun ini sudah ada yang menggunakan pembayaran nontunai. Ke depannya akan kami seragamkan semua pedagang menggunakan nontunai,” pungkasnya.

Terpisah, pedagang kerak telor, Jarwo mengungkapkan adanya kenaikan omzet selama mengikuti Dandangan di tahun ini. Momentum Dandangan menjadi angin segar lantaran dagangan kerak telor miliknya laku keras dibandingkan hari biasa. Harga seporsi kerak telor dijual Rp 25 ribu.

”Sehari rata-rata bisa menjual 25 porsi di Dandangan ini. Kalau sepi bisa jual 15 porsi. Alhamdulillah adanya Dandangan ini omzet penjualan naik,” ujarnya.

Pria asal Malang itu sudah beberapa kali datang ke Dandangan di Kabupaten Kudus. Ia berharap di setiap gelaran Dandangan dapat memberikan keberkahan bagi dagangannya.

”Keinginannya tentu laris dan semakin ramai,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyediakan transaksi nontunai bagi pengunjung. Upaya itu dipilihnya guna memberikan kemudahan saat melakukan pembayaran.

”Sekarang ini sudah banyak pengunjung yang menggunakan nontunai seperti QRIS. Transaksi nontunai juga mempermudah pembayaran,” imbuhnya.

Diketahui, Dandangan tahun ini diselenggarakan sejak 9 Februari sampai 18 Februari. Dandangan diramaikan 527 stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta diramaikan 450 pedagang kaki lima (PKL). Acara Dandangan digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

**

Laporan reporter Kudus: Vega Ula


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
200 Hektar Lahan Sawah di Ciamis Terendam Banjir
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemprov DKI Jakarta Gelar Transisi Imlek Menuju Ramadan di Bundaran HI Malam Ini
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Dimulai pada Kamis 19 Februari 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengapa Kita Perlu Membaca Novel Mata Malam Karya Han Kang?
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.