Iran mengatakan, telah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, untuk menghindari konflik. Namun, Wapres JD Vance masih merasa, Iran belum sepakat soal sejumlah syarat yang diminta AS, salah satunya adalah soal nuklir.
Dilansir AFP, dialog yang dimediasi Oman ini memang bertujuan untuk menghindarkan Iran dari intervensi militer AS untuk mengendalikan program nuklir Iran. Dialog juga digelar beberapa pekan setelah Iran mengambil langkah tegas memadamkan demonstrasi yang menewaskan ribuan orang.
"Kita telah berhasil mencapai kesepakatan pada sejumlah prinsip, dari sini, kita akan melangkah lagi untuk mencapai kesepakatan potensial lanjutan," kata Menlu Iran, Abbas Araghchi, ke stasiun tv pemerintah, usai pertemuan Jenewa, Selasa (17/2).
Untuk langkah berikutnya, dia menjelaskan masing-masing sudah menyusun kesepakatan untuk dialog tahap berikutnya.
"Rancangan ini akan ditukarkan pada pertemuan ronde tiga, yang akan digelar nanti," kata Araghchi.
Sementara di Washington, Vance juga sepakat terkait komentar dari Araghchi ini.
"Untuk beberapa poin, memang tercapai kemajuan yang bagus. Mereka sepakat untuk bertemu lagi setelah ini," ucap Vance dalam sebuah wawancara bersama Fox News.
"Tapi, perlu ditekankan bahwa presiden (Donald Trump) punya sejumlah batas yang belum disepakati oleh Iran. Tapi kita akan terus bekerja untuk itu," kata Vance.
Sedikit mengancam, Vance menyatakan bahwa AS punya opsi lain jika diplomasi mentok.
"Kita akan terus bekerja untuk ini, tapi tentu saja, presiden masih punya kemampuan, ya katakanlah jika diplomasi mencapai akhirnya," ucap Vance.





