VIVA – Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menyebut insiden rasis terhadap Vinicius Junior sebagai aib bagi sepak bola.
Insiden tersebut terjadi saat leg pertama play-off Liga Champions antara Real Madrid vs Benfica di Estadio da Luz Rabu, 18 Februari 2026 dini hari WIB.
Vinicius mencetak gol penentu kemenangan melalui aksi individu yang berujung tembakan spektakuler. Ia kemudian merayakan gol di depan pendukung tuan rumah sebelum didekati wasit Francois Letexier dan menerima kartu kuning.
Tak lama berselang, Vinicius terlibat cekcok dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Kemudian pemain Brasil itu lalu melaporkan dugaan ucapan rasis kepada wasit. Pertandingan sempat dihentikan sesuai protokol UEFA, dan Vinicius berjalan menuju bangku cadangan Real Madrid.
- Real Madrid
Manajer Benfica, Jose Mourinho, turut menghampiri Vinicius untuk memahami situasi yang terjadi. Keduanya terlihat berbicara sebelum laga akhirnya dilanjutkan lebih dari 10 menit kemudian. Setelah insiden tersebut, sorakan dan cemoohan keras dari suporter tuan rumah terdengar setiap kali Vinicius menyentuh bola.
Lebih lanjut, Alexander-Arnold mengaku kecewa dengan jalannya laga yang diwarnai insiden tersebut.
“Tentu saja saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak, ini masih dalam penyelidikan. Tapi ini memalukan bagi sepak bola, Vini telah menderita karena ini, ini menjijikkan,” kata Arnold kepada Amazon Prime dikutip dari liverpoolecho.
Ia menilai peristiwa itu menutupi performa timnya, termasuk gol penting yang dicetak Vinicius.
- skysports
“Hal itu menutupi penampilan kami, setelah gol yang luar biasa. Vini sudah beberapa kali mengalami hal ini dalam kariernya, dan itu terjadi malam ini dan merusak malam bagi kami sebagai tim,” kata dia.
“Ini memalukan bagi sepak bola, tidak ada tempat untuk hal seperti itu di sepak bola, ini menjijikkan,” tambahnya.
Alexander-Arnold menambahkan bahwa insiden semacam itu menghilangkan esensi permainan.
“Ketika hal seperti itu terjadi, itu merusak segalanya, itu menghilangkan keseruan permainan,” kata pemain asal Inggris itu.
“Semoga keadilan ditegakkan. Tidak ada tempat untuk hal seperti ini di sepak bola dan masyarakat,” tandasnya.




