PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola supermarket Hypermart mencatat tren penjualan positif sejak kuartal III-2025.
IDXChannel - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola supermarket Hypermart mencatat tren penjualan positif sejak kuartal III-2025. Angka penjualan terus merangkak naik di tengah daya beli masyarakat yang menantang.
Sepanjang Juli-September 2025, penjualan bersih MPPA mencapai Rp1,7 triliun, naik 3,3 persen dibandingkan kuartal II-2025 (April-Juni) yang sebesar Rp1,66 triliun.Tren pemulihan tersebut berlanjut pada kuartal IV-2025 di mana penjualan mencapai Rp1,78 triliun, naik 4,6 persen secara kuartalan.
Angka penjualan ini berpotensi kembali meningkat pada kuartal I-2026 mengingat adanya momen Ramadan yang mendongkrak konsumsi masyarakat. Pada kuartal I-2025, penjualan bersih Hypemart bahkan menyentuh Rp1,97 triliun.
Sepanjang 2025, penjualan bersih MPPA mencapai Rp7,25 triliun, tumbuh 1,9 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan permintaan secara moderat meski tantangan lesunya daya beli masih menghantui.
Sementara itu, laba kotor pada 2025 mencapai Rp1,27 triliun, tumbuh 2,8 persen secara tahunan. Kenaikan margin ini menunjukkan kontribusi yang lebih kuat dari kategori inti makanan dan kebutuhan sehari-hari (food and grocery).
CEO MPPA, Adrian Suherman mengatakan, kinerja perseroan pada 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam memperkuat fundamental bisnis. MPPA mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising.
"Kami terus berinvestasi pada inisiatif yang mendukung transformasi jangka panjang. Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Dari sisi geografis, penjualan dari Jabodetabek dan Jawa masih mendominasi dengan porsi 55 persen, diikuti Indonesia Timur (Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan Bali) 16 persen, Kalimantan dan Sumatera masing-masing 11 persen, dan Sulawesi 8 persen.
MPPA mencatat angka penjualan di Indonesia Timur melesat 14 persen, bersamaan dengan Sulawesi 4,7 persen, dan Jabodetabek dan Jawa 1,9 persen. Sementara penjualan di Sumatera terkoreksi 1,8 persen dan Kalimantan anjlok 10,3 persen.
Kendati demikian, perseroan akan tetap fokus mendorong angka penjualan di sejumlah kawasan utama dengan memperkuat rantai pasok yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, MPPA juga terus memperluas jangkauan lewat marketplace dan platform on-demand sekaligus terus menumbuhkan loyalitas para pelanggan.
(Rahmat Fiansyah)





