Menilik Prospek Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) di Tengah Ekspansi Petrokimia

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Strategi ekspansi regional yang dijalankan emiten dekapan Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat industri petrokimia nasional. Ekspansi tersebut dilakukan melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, entitas Chandra Asri Group yang mengelola aset energi dan kimia di Singapura.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai ekspansi Chandra Asri merupakan strategi yang tidak hanya memperkuat posisi regional perusahaan, tetapi juga mendukung penguatan industri dalam negeri. Menurut Miftahul melalui entitas ini perusahaan memperoleh akses pada pasar energi dan kimia yang lebih matang dan stabil. 

Dengan ekspansi regional, Chandra Asri dinilai memperluas bisnis mencakup pengelolaan kilang, ethylene cracker, aset kimia hilir, hingga jaringan ritel bahan bakar. Langkah ini turut memperluas basis usaha di Asia Tenggara sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu segmen bisnis.

“Bisa dibilang menunjukkan keseriusan Chandra Asri Group memperkuat posisi regional sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional, yang ke depannya bisa mengurangi ketergantungan impor dan memberi efek berganda bagi industri dalam negeri,” kata Mifta seperti dikutip Rabu (18/2). 

Keberadaan aset regional tersebut dinilai mempertegas peran Indonesia dalam rantai pasok dan rantai nilai industri kawasan. Melalui jaringan operasional yang semakin luas, perusahaan dapat menyinergikan produksi dalam negeri dengan akses pasar regional.

Pendapatan dari aset regional kemudian katanya bisa dialokasikan kembali untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha di Indonesia. Pendekatan ini lanjut dia, dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong perusahaan domestik tumbuh berskala regional agar lebih adaptif terhadap dinamika global, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan kapasitas produksi industri nasional.

Senada dengan Mifta Analis Pasar Modal Stocknow, Hendra Wardana, menyebut akuisisi aset energi di Singapura memberikan nilai strategis bagi perusahaan dalam mengelola risiko pasar energi. Ia menambahkan, diversifikasi geografis juga penting untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah fluktuasi siklus industri petrokimia.

“Akuisisi aset energi di Singapura memberi TPIA eksposur pada pasar yang lebih matang dan stabil, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko volatilitas harga energi,” tuturnya.

Selain ekspansi regional, implementasi strategi perusahaan juga tercermin melalui realisasi investasi di dalam negeri, salah satunya pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Proyek ini diproyeksikan membuka peluang kerja sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan sekitar 250 pekerja saat pabrik beroperasi.

Fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun soda kaustik padat atau 827.000 ton dalam bentuk likuid, serta 500.000 ton per tahun Ethylene Dichloride. Kehadiran pabrik ini mampu menekan ketergantungan impor produk chlor alkali hingga Rp4,9 triliun per tahun, sementara seluruh produksi EDC akan diekspor dan berpotensi menambah devisa negara hingga Rp5 triliun per tahun.





Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Tangki Pengangkut Tiner Kebakaran di Tol Cipali, Ini Penyebabnya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Hadapi Ratchaburi, Bojan Hodak Minta Bobotoh Penuhi GBLA
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir Rendam 2.880 Rumah di Pasuruan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
PBB Ungkap Fakta Zionis Israel Terus Halangi Operasi Kemanusiaan di Gaza
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Puasa sebagai Gerakan Sosial
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.