Saham Hillcon (HILL) Masuk Radar UMA usai Anjlok 46 Persen 

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Hillcon Tbk (HILL) imbas penurunan harga yang signifikan.

BEI menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Hillcon Tbk (HILL) imbas penurunan harga yang signifikan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Hillcon Tbk (HILL) imbas penurunan harga yang cukup dalam.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, Bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham HILL. Pasalnya, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan.

Baca Juga:
Saham IBOS dan STAR Masuk Papan FCA

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," katanya lewat pengumuman dikutip Rabu (18/2/2026).

Saham HILL terkena UMA akibat penurunan harga yang sangat signifikan. Saham emiten properti tersebut anjlok 46 persen ke level Rp80 sejak awal tahun ini. Bahkan jika dihitung dari level tertinggi di Rp248 pada pertengahan Januari 2026, maka penurunannya mencapai 68 persen.

Baca Juga:
Saham VISI Keluar dari Papan FCA, Dibidik Artis Nagita Slavina

Saham HILL tersengat sentimen negatif setelah anak perusahaan, PT Hillconjaya Sakti digugat di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Gugatan itu terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ihwal pembayaran tagihan kepada PT Tri Nusantara Petromine.

Selain itu, perseroan juga tengah menghadapi tekanan kinerja usai mencatat kerugian Rp107 miliar hingga kuartal I-2025. Angka ini memburuk dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya saat masih membukukan laba bersih Rp9 miliar.

Meski penetapan UMA tak otomatis melanggar aturan, Aji berharap pelaku pasar terus mencermati kondisi fundamental perusahaan dan keterbukaan informasi yang disediakan BEI.

"Investor diharapkan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," kata Aji.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpora Tegaskan Komitmen Anggaran untuk Asian Games dan Asian Para Games 2026
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Jalur KRL di RI Makin Banyak, Ada di Karawang, Bandung Sampai Surabaya
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Update Penanganan Pascabanjir Sumatra: Korban Meninggal 1.205 Orang
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Lebih dari 80 Negara PBB Kecam Langkah Israel di Tepi Barat
• 54 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.