Siswa SMP Negeri 26 Bandung ZAAQ ditemukan tewas mengenaskan di tangan temannya sendiri, YA (16) dan AP (17), dengan luka tusuk di perut dan robek di kepala. Aksi pembunuhan itu sempat mengguncang warga yang tak menyangka keduanya bisa melakukan aksi keji tersebut.
"Kami semua di sini sangat kaget. Ya tidak menyangka anak bisa melakukan tindakan yang sadis," kata Kades Margahayu, Uce Saepurohma, dilansir detikJabar, Rabu pagi (18/2/2026).
Menurut Uce, tersangka AP diketahui sudah tidak bersekolah meskipun masih berusia di bawah umur. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai tukang pasang dekorasi pesta pernikahan.
Sementara YA dikenal warga sebagai remaja yang cukup nakal, meskipun awalnya dianggap hanya kenakalan remaja biasa. Menurut Uce, YA sempat dikeluarkan dari sekolah, meskipun kemudian masuk sekolah lagi.
"Sempat dikeluarkan kurang-lebih 1 tahunan. Tapi aktif masuk sekolah lagi," katanya.
Lebih lanjut, kerabat ZAAQ, Undang Supriatna mengatakan hubungan ZAAQ dan YA terjalin sejak SD. Namun keluarga menilai relasi tersebut tidak sehat, lalu ZAAQ dipindahkan ke Bandung agar menjauh dari pelaku, tapi ternyata pelaku rutin mendatanginya.
Belakangan, keluarga mengetahui ZAAQ kerap mengalami kekerasan. Karena itu, ketika ZAAQ hilang kontak, kecurigaan langsung tertuju pada YA. Bahkan sehari setelah korban dinyatakan hilang, keluarga sudah menyampaikan dugaan tersebut kepada pihak kepolisian.
"Karena kami sudah menyangka jika pelaku adalah dia (YA). Temannya sendiri, warga sini," katanya.
Diketahui, jasad remaja 14 tahun itu ditemukan di eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Jumat (13/2). Dari hasil autopsi, ditemukan luka-luka serius di tubuh korban akibat tusukan senjata tajam dan pukulan benda tumpul.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/zap)





