- Rano Karno pastikan jukir liar tarif selangit di Tanah Abang ditindak tegas.
- Delapan juru parkir liar Tanah Abang ditangkap polisi usai patok harga mahal.
- Pemprov DKI kerahkan personel gabungan tertibkan praktik parkir liar di Tanah Abang.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya angkat bicara terkait aksi juru parkir (jukir) liar di kawasan Tanah Abang yang mematok tarif selangit hingga Rp100 ribu kepada pengunjung. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa tindakan tegas telah diambil terhadap para oknum yang meresahkan masyarakat tersebut.
Sebelumnya, Polsek Tanah Abang telah mengamankan delapan juru parkir liar, termasuk pelaku yang viral di media sosial, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Rano menyambut baik penangkapan tersebut, mengingat praktik parkir liar selama ini menjadi keluhan utama pengunjung Pasar Tanah Abang.
"Jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ada yang terpaksa ditindak, ditangkap, hingga diberikan pembinaan. Mudah-mudahan ke depan kondisinya menjadi jauh lebih baik lagi," ujar Rano di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Mantan pemeran utama Si Doel Anak Sekolahan ini juga memastikan bahwa pengawasan di titik-titik rawan parkir liar akan ditingkatkan secara signifikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Langkah preventif ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga unsur TNI dan Polri yang telah bersiaga di lapangan.
"Satpol PP sudah turun, polisi juga sudah turun, termasuk rekan-rekan dari TNI," tegas Rano.
Pengetatan penjagaan ini diharapkan dapat menghapus praktik pungutan liar yang merusak citra perniagaan di jantung ibu kota. Rano optimistis bahwa kawasan Tanah Abang akan kembali tertib dan nyaman bagi para pengendara dalam waktu dekat.
"Saya yakin dalam dua hingga tiga hari ke depan, kawasan tersebut akan jauh lebih tertib," pungkasnya.




