FAJAR, MAKASSAR — Dalam menyambut bulan suci Ramadan, pemerintah berupaya menjamin agar LPG tidak langka. Seperti diketahui, setiap kali momen hari besar, permintaan meningkat dan membuat gas terutama yang bersubsidi menjadi langka.
Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Wahyu Purwatmo memastikan bahwa ketersediaan stok menjelang Ramadan dan idul fitri dalam kondisi aman. Stok di depot memiliki ketahanan stok lebih dari 10 hari. Kemudian di SPBE lebih dari satu hari, yang mana setiap hari ada pengiriman dari Skid Tank.
“Penambahan setidaknya 426.840 ribu tabung atau penambahan sekita 5,4 persen rerata bulanannya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan adanya Surat Edaran Kementerian ESDM yang mengatur delapan sektor yang dilarang menggunakan LPG 3kg. Di antaranya restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian (kecuali sasaran bantuan pemerintah), usaha tani tembakau, dan usaha jasa las.
Diharapkan peran masyarakat dan Pemda untuk melakukan pengawasan dalam penggunaan LPJ 3kg agar tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan.
“Yang perlu kami sampaikan dan kami meneruskan sesuai Edaran Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Migas dalam kaitannya dengan 8 sektor yang dilarang untuk menggunakan LPG 3 kg, kami mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan LPG 3 kg sesuai peruntukannya,” pungkasnya.(uca)





