Akademisi ajak anak di Takengon tetap sekolah meski di tengah bencana

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Takengon mengajak seluruh siswa di SD Negeri 11 Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah untuk tetap bersekolah meski di tengah keterbatasan imbas bencana yang melanda pada akhir 2025 lalu.

Para akademisi yang terdiri atas 50 orang mahasiswa dan sejumlah dosen pembimbing itu hadir melalui Program Mahasiswa Berdampak, inisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

"Program ini bertujuan memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan sekaligus membantu pemulihan psikologis mereka. Kehadiran mahasiswa membantu mengembalikan semangat belajar siswa meskipun sarana yang tersedia masih terbatas," kata Dosen Pembimbing dari STIH Muhammadiyah Takengon, Suhartini, melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan para mahasiswa tidak hanya membantu mengajar, tetapi juga mengajak anak-anak bermain, menggambar, bernyanyi, mengikuti permainan tradisional, juga kesenian khas Aceh.

Lebih lanjut, Koordinator Lapangan STIH Muhammadiyah Takengon, Andrean Ramadhan menyebutkan bahwa pengalaman ini memberi pelajaran yang tak didapat di ruang kuliah.

Andrean melihat sendiri bagaimana kegiatan seni sederhana dan permainan tradisional mampu membantu anak-anak melupakan sejenak ketakutan mereka.

"Respons dan antusiasme anak-anak sangat baik, terutama saat mengikuti kegiatan seni dan permainan tradisional. Hal ini menunjukkan semangat mereka untuk kembali belajar dan bangkit dari kondisi yang mereka alami," ujarnya.

Selain memberikan dukungan kepada masyarakat, Andrean menilai program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan empati, kepedulian sosial, serta kemampuan berkontribusi dalam penanganan dampak bencana.

Diketahui sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti yang terjadi di Sumatera.

Maka dari itu, pihaknya menyiapkan sebanyak 28 posko bencana perguruan tinggi dan 11 perguruan tinggi pendukung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana.

"Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran," ucap Brian Yuliarto.

Baca juga: Mendikdasmen pastikan 100% sekolah terdampak bencana kembali belajar

Baca juga: TNI AD renovasi sekolah yang rusak akibat bencana di Aceh Tamiang

Baca juga: Siswa SDN 05 Kayu Pasak Agam kembali belajar di kelas pascabencana


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajang Google I/O 2026 digelar 19-20 Mei, AI Gemini akan jadi fokus
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Megengan, Wujud Sukacita Sambut Ramadhan
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Pesan Menag Nasaruddin di Bulan Ramadan 1447 H: Perbedaan Sebagai Rahmat, Bukan Sekat..
• 58 menit lalukompas.tv
thumb
KAI Layani 622 Ribu Penumpang Selama Libur Imlek 2026
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Jalur KRL di RI Makin Banyak, Ada di Karawang, Bandung Sampai Surabaya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.