Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan mobil asal Korea Selatan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengungkapkan proyeksi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia tanpa adanya insentif dari pemerintah pada tahun ini.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pangsa pasar mobil listrik tembus hingga 13% pada 2025, bahkan melampaui mobil hibrida (hybrid electric vehicle/HEV).
Data Gaikindo mencatat, penjualan wholesales mobil listrik murni (BEV) mencapai 103.931 unit pada tahun lalu, atau melonjak 140,64% (year-on-year/YoY) dari capaian sepanjang 2024. Sementara itu, penjualan mobil hybrid sebesar 65.943 unit pada periode yang sama.
Sebagai pengingat, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mobil listrik BEV pada 2025, termasuk PPN DTP, PPnBM DTP, hingga bebas bea masuk impor utuh (completely built up/CBU).
“Dengan kata lain bahwa insentif yang diberikan pada 2025 itu berdampak secara langsung terhadap pertumbuhan pasar EV itu sendiri. Nah, sehingga banyak pabrikan yang impor kendaraan ke Indonesia,” ujar Frans di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).
Kendati demikian, pemerintah telah menegaskan bahwa skema impor utuh (CBU) untuk kendaraan listrik murni hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio 1:1 sesuai peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Baca Juga
- Hyundai Ioniq 5 Bisa Disewa! Tarif Mulai Rp15 Juta per Bulan
- Hyundai Bidik Raihan 2.000 SPK di IIMS 2026
- Hyundai Rilis SUV Premium Santa Fe XRT di IIMS 2026, Cek Spesifikasinya
Alhasil, Hyundai masih mencermati potensi perubahan kebijakan pada 2026, mengingat hingga kini belum ada kejelasan terkait bentuk insentif yang akan dikeluarkan pemerintah, meski sebagian sinyal telah disampaikan sebelumnya.
Di lain sisi, dia melihat adanya sentimen positif dari Gaikindo, terutama dengan proyeksi pertumbuhan pasar menjadi 850.000 unit, yang dinilai menjadi katalis positif bagi industri otomotif.
“Menurut saya, BEV masih akan terus bertumbuh. Apabila segmentasi harganya dapat dipertahankan pada level tersebut, kontribusinya akan sangat sesuai dengan pasar di Indonesia. Hal itu menjadi catatan bagi kami,” jelas Frans.
Frans mengatakan, perseroan pun berkomitmen untuk meluncurkan berbagai produk terbarunya pada tahun ini, termasuk lini kendaraan elektrifikasi.
"Tidak menutup kemungkinan produk-produk global kami akan dibawa ke Indonesia. Jadi, produk global, tetapi dengan rasa atau selera Indonesia, karena beberapa produk kami juga akan diproduksi lokal," jelasnya.
Hyundai telah menginvestasikan US$3 miliar dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk tiga pabrik yang mendukung produksi dan distribusi mobil listrik. Ketiga pabrik tersebut yakni PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, PT Hyundai Energy Indonesia (HEI), dan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).




