Generasi Alpha (Gen Alpha) kini menjadi penyelamat baru bagi pusat-pusat perbelanjaan di China. Kelompok yang lahir pada periode 2010 hingga 2024 kini menjadi penggerak utama konsumsi di Negeri Tirai Bambu.
Dilansir Bloomberg, Rabu (18/2), Super Brand Mall Shanghai menjadi salah satu contoh transformasi tersebut. Pada akhir pandemi COVID-19, mal yang berusia dua dekade itu sempat lesu, kunjungan stagnan, pendapatan tertahan, bahkan sepertiga etalase ritel di sana kosong. Namun setelah melakukan renovasi dan menambahkan zona khusus anak, jumlah pengunjung kembali melonjak.
Manajemen menghadirkan konsep “Rumah Ketiga Anak-anak”, lengkap dengan taman bermain, teater, pertunjukan seni, hingga acara tematik. Sejak renovasi rampung pada 2023, kunjungan dan penjualan selama musim liburan tumbuh hingga double digit. Pada akhir pekan, mal bahkan dipadati pengunjung yang kebanyakan merupakan anak-anak.
Fenomena serupa terjadi di berbagai kota. Grandview Mall di Guangzhou menghadirkan pertunjukan sulap, tabung salju, akuarium, hingga kebun binatang dalam ruangan. New World Living Mall di Changchun juga memperbarui fasilitas ramah anak dan kanal tematiknya, sementara Tianfu Garden City di Chengdu menghadirkan parade bergaya taman hiburan.
Strategi ini didorong oleh perubahan pola konsumsi keluarga. Sekitar dua perlima orang tua di China mengaku secara signifikan meningkatkan porsi belanja untuk anak-anak mereka, menurut perusahaan konsultan Zhimeng. Meski angka kelahiran menurun, hanya 7,9 juta bayi tercatat lahir pada 2025 yang merupakan angka terendah sejak 1949, belanja terkait anak justru menunjukkan kenaikan, mencapai USD 800 miliar per tahun, setengah dari total pengeluaran rumah tangga China selama 2025.
Analis menilai anak-anak kini menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga di China. Orang tua Generasi Alpha, yang mayoritas lahir pada 1980, tumbuh sebagai generasi konsumen di era pertumbuhan ekonomi pesat China. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung menabung, orang tua saat ini lebih terbuka membelanjakan uang untuk pengalaman, pendidikan, dan hiburan anak.
Warisan kebijakan satu anak juga memperkuat tren ini. Fenomena “enam-satu” yaitu dua orang tua dan empat kakek-nenek memusatkan perhatian pada satu anak, mendorong konsentrasi pengeluaran dalam satu generasi penerus keluarga.
Bagi pengelola mal, fokus pada Generasi Alpha bukan semata menghadirkan wahana bermain. Tujuan akhirnya adalah menarik orang tua datang secara fisik dan mendorong belanja lintas generasi.
Kunjungan ke Qingshan InCity di Wuhan dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat setelah renovasi berfokus pada Gen Alpha, sementara ID Mall Beijing mencatat lonjakan pengunjung hingga sepuluh kali lipat sejak relaunch dengan konsep ramah anak.
Di Zhoupu Greenland Being Fun Plaza Shanghai, pendapatan bahkan berada di jalur kenaikan hampir 60 persen setelah menambah fasilitas keluarga seperti olahraga dalam ruangan dan area interaksi hewan.
Model bisnis ini memang menghadapi tantangan jangka panjang akibat defisit kelahiran. Namun dalam jangka menengah, daya beli keluarga yang terkonsentrasi pada anak menjadikan Generasi Alpha sebagai mesin baru konsumsi China, mendorong kebangkitan pusat perbelanjaan yang sebelumnya tertekan oleh pergeseran belanja online di e-commerce.





