Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat di Surabaya, Jawa Timur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat program tersebut.
"Dukungan publik menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Indah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan moral.
"Karena itu, intervensi gizi dilakukan sejak dalam kandungan, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar sekolah menengah atas (SMA), dan ke depan diharapkan menjangkau kelompok lanjut usia (lansia)," ucapnya.
Program MBG dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur-dapur yang telah disiapkan pemerintah.
Namun, menurut Indah, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, melainkan juga partisipasi aktif masyarakat.
"Kalau anak-anak sudah besar, mereka bisa menyampaikan pendapatnya. Tetapi anak-anak kecil belum tentu bisa. Maka kita semua wajib menjadi pemerhati dan memberikan masukan agar kualitas program ini semakin baik," ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Indah memastikan pihaknya menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional agar program benar-benar terimplementasi dengan baik dan tepat sasaran.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi serta menjaga pelaksanaan program agar berjalan optimal.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan amanah dan memastikan Program MBG memberi manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Program MBG diproyeksikan berdampak dalam 15--20 tahun mendatang
Baca juga: Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia
Baca juga: BGN tegaskan komitmen komunikasi publik berdampak untuk program MBG
"Dukungan publik menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Indah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan moral.
"Karena itu, intervensi gizi dilakukan sejak dalam kandungan, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar sekolah menengah atas (SMA), dan ke depan diharapkan menjangkau kelompok lanjut usia (lansia)," ucapnya.
Program MBG dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur-dapur yang telah disiapkan pemerintah.
Namun, menurut Indah, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, melainkan juga partisipasi aktif masyarakat.
"Kalau anak-anak sudah besar, mereka bisa menyampaikan pendapatnya. Tetapi anak-anak kecil belum tentu bisa. Maka kita semua wajib menjadi pemerhati dan memberikan masukan agar kualitas program ini semakin baik," ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Indah memastikan pihaknya menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional agar program benar-benar terimplementasi dengan baik dan tepat sasaran.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi serta menjaga pelaksanaan program agar berjalan optimal.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan amanah dan memastikan Program MBG memberi manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Program MBG diproyeksikan berdampak dalam 15--20 tahun mendatang
Baca juga: Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia
Baca juga: BGN tegaskan komitmen komunikasi publik berdampak untuk program MBG





