Dari Longsor Salju di Swiss hingga Topan di Madagaskar, Dunia Masuki Mode Bencana

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Selama periode Swissdi Tiongkok, cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia terus mengamuk. Pada Senin (16 Februari), longsor salju terjadi di Swiss dan menyebabkan sebuah kereta api tergelincir dari rel. 

Di Selandia Baru, angin kencang membuat lebih dari 30.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Sementara itu, banjir di Inggris mengepung sebuah biara bersejarah yang telah berdiri hampir seribu tahun.

Di sisi lain, Topan “Gezani” menghantam Madagaskar dan telah menewaskan 59 orang, dengan jumlah korban terdampak melampaui 420.000 jiwa. Bencana alam terjadi bertubi-tubi di berbagai negara, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan keselamatan saat bepergian.

Longsor Salju di Pegunungan Alpen Sebabkan Kereta Swiss Tergelincir, 5 Orang Terluka

Pada Senin, di Goppenstein, Swiss, sebuah kereta api tergelincir akibat longsor salju. Lima penumpang dilaporkan terluka, sementara 29 orang lainnya berhasil diselamatkan. Kepolisian menyatakan bahwa penyebab insiden tersebut adalah runtuhan salju.

Saat ini, wilayah barat Pegunungan Alpen berada dalam status peringatan longsor tingkat tertinggi, yakni Level 5. Jalan-jalan di sekitar kawasan wisata ski terkenal Mont Blanc telah ditutup sepenuhnya, dan penduduk desa terdekat telah dievakuasi.

Pada awal musim dingin tahun ini, curah salju relatif sedikit. Namun, badai salju besar belakangan ini menutupi lapisan salju lama yang rapuh, sehingga kondisi salju menjadi sangat tidak stabil.

Tim penyelamat Alpen mencatat, dalam satu minggu hingga 8 Februari, sebanyak 10 pemain ski di wilayah Italia meninggal akibat longsor salju—angka ini mencetak rekor. Pada Minggu lalu, dua pemain ski lainnya juga tewas akibat longsor di kawasan Mont Blanc.

Topan “Gezani” Tewaskan 59 Orang, Berbalik Arah dan Kembali Hantam Madagaskar

Kantor Manajemen Bencana Madagaskar pada Senin mengonfirmasi bahwa Topan “Gezani”, yang mendarat pekan lalu, telah menyebabkan 59 orang meninggal dunia, 15 orang hilang, serta 16.000 orang kehilangan tempat tinggal. Total warga terdampak melebihi 420.000 orang.

Saat pertama kali menerjang Madagaskar pekan lalu, topan tersebut membawa angin dengan kecepatan hingga 185 kilometer per jam dan memicu gelombang setinggi 10 meter di perairan Mozambik.

Pada Senin, “Gezani” secara tak terduga berbalik arah dan kembali menyapu wilayah barat daya Madagaskar. Beruntung, kekuatan anginnya kali ini jauh lebih lemah dibanding sebelumnya.

Angin 193 Km/Jam Mengamuk di Selandia Baru, 30.000 Rumah Tangga Padam

Pada Senin, Pulau Utara Selandia Baru dihantam angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 193 kilometer per jam. Angin tersebut memicu gelombang besar, menumbangkan banyak pohon, serta menyebabkan lebih dari 30.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik.

Pemerintah setempat mengumumkan penutupan sekolah, pembatalan sebagian besar penerbangan di bandara, serta mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak.

Sungai Severn Meluap, Biara Berusia 900 Tahun di Inggris Terancam

Pada Senin, permukaan Sungai Severn di Inggris melonjak drastis. Lahan pertanian dan jalan-jalan di Gloucestershire berubah menjadi lautan air, mengepung Tewkesbury Abbey—biara bersejarah yang telah berdiri selama sekitar 900 tahun.

Badan Lingkungan Inggris pada hari yang sama memperingatkan bahwa permukaan Sungai Severn akan tetap tinggi, dan masyarakat diminta untuk tidak memasuki area yang tergenang air.

Dalam beberapa hari ke depan, wilayah barat daya dan tengah Inggris diperkirakan akan menghadapi banjir tambahan, sementara wilayah utara diprediksi mengalami hujan salju. (jhon)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
380 Nama Anak Jepang Aesthetic untuk Bayi Laki-Laki dan Perempuan
• 2 jam lalutheasianparent.com
thumb
Peningkatan Utang Pemerintah Berisiko Guncang Pasar
• 3 menit lalukompas.id
thumb
3 Bintang Racthaburi FC yang Mengancam Persib di GBLA: Di Atas Angin, Tanpa Tekanan
• 2 jam lalubola.com
thumb
Ditanya soal "Reshuffle" Kabinet, Mahfud: Prabowo Presiden Unik, Tak Mau Ditebak
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Transjakarta Tetap Beroperasi 24 Jam selama Ramadan 2026, Penumpang Bisa Buka Puasa dalam Bus
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.