jpnn.com, JAKARTA - Danone Specialized Nutrition Indonesia menghadirkan Health Corner bertajuk 'Gizi Lengkap, Anak Tinggi & Cepat Tanggap'.
Forum ini menyoroti pentingnya pemenuhan gizi lengkap dan seimbang pada anak usia 1–5 tahun, sebagai fondasi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, sekaligus menjawab tantangan nyata yang dihadapi keluarga Indonesia bersama dokter spesialis di bidangnya.
BACA JUGA: Lanjutkan Misi Kemanusiaan, Danone Indonesia Fokus Beri Bantuan ke Aceh Tamiang
dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi, menekankan pemenuhan gizi anak tidak hanya sebatas memastikan anak merasa kenyang, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan antara nutrien makro dan mikro secara optimal.
Menurutnya, orang tua memegang peran sentral dalam menentukan jenis makanan yang dikonsumsi anak, waktu pemberian makan, serta pola makan yang diterapkan di rumah.
“Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan. Oleh sebab itu, dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan,” ungkap dr. Juwalita.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia memaparkan hasil riset Danone Indonesia bersama Indonesia Nutrition Association (INA) menunjukkan bahwa jumlah anak yang mengkonsumsi susu terfortifikasi zat besi, delapan kali lebih banyak anak yang tercukupi kebutuhan zat besinya dan anak dengan cukup zat besi terbukti 20% lebih tinggi.
"Pada usia dini, kebutuhan nutrien anak meningkat pesat, sementara kapasitas konsumsi makanannya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, pemilihan makanan yang padat gizi (nutrient-dense foods), termasuk susu fortifikasi, menjadi langkah strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi harian anak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan beragam," sebutnya.
Melalui Health Corner, Danone Specialized Nutrition Indonesia kembali menegaskan pemenuhan gizi anak harus dipandang secara komprehensif, tidak hanya memastikan anak merasa kenyang, tetapi juga memastikan kecukupan nutrien makro dan mikro yang esensial, disertai stimulasi yang tepat pada periode emas pertumbuhan.
Sejalan dengan pemaparan para narasumber, keseimbangan asupan gizi, pendekatan pemberian makan yang responsif tanpa paksaan, serta pemilihan makanan padat gizi menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya pada usia 1–5 tahun ketika kebutuhan nutrisi meningkat sementara kapasitas makan masih terbatas.
Danone Indonesia terus menghadirkan edukasi berbasis sains yang mudah dipahami orang tua serta mengembangkan solusi nutrisi praktis yang relevan dengan kebutuhan keluarga.
Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan, organisasi profesi, media, dan berbagai pemangku kepentingan, Danone Indonesia berupaya menjadi mitra terpercaya bagi orang tua dalam mendukung generasi Indonesia tumbuh sehat, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




