Nominal Bantuan Korban Banjir Sumatera: Stimulan Ekonomi hingga Perabotan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana Sumatera, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, memaparkan sejumlah bantuan yang diterima korban banjir dan longsor Sumatera pada November 2025 silam.

Tito menjelaskan, selain santunan kematian Rp 15 juta, warga terdampak bencana turut mendapatkan bantuan ekonomi hingga perabotan.

Tito berbicara saat rapat bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

"Di samping itu, ada bantuan untuk perabotan dan stimulan ekonomi Rp 5 juta, perabotan Rp 3 juta. Kalau untuk rusak berat, otomatis mereka mendapatkan dua jenis bantuan ini, yaitu total Rp 8 juta," ujar Tito.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terima Bantuan Korban Banjir Sumatera, asal Mekanismenya Jelas

Tito menjelaskan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang juga bisa mendapatkan jenis bantuan ini.

Sebab, meski rumah korban rusak ringan atau sedang, tapi bisa saja sawah atau warungnya rusak.

"Stimulan ekonomi juga dapat diberikan, karena rumahnya di lapangan bisa saja rumahnya rusak sedang, tapi perabotan rusak, sehingga bisa diberikan bantuan Rp 3 juta. Sama mungkin, rumahnya rusak ringan tapi sawahnya rusak, itu bisa diberikan juga bantuan ekonomi Rp 5 juta," tuturnya.

Baca juga: DPRD Banten Geram Bantuan Banjir Aceh Kena Pungli di Palembang: Bukannya Dijaga, Malah Dipalak

Menurut Tito, pemerintah daerah masih terus mengejar data terkait kerusakan rumah warga.

Tito pun memerintahkan Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) segera mengeksekusi berbagai bantuan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
"Yang rumah ringan dan sedang tapi di lapangan, perabotan, maupun warungnya misalnya rusak. Ini yang sedang dikejar pendataan dari pemda-pemda. Tapi yang rusak berat otomatis mereka mendapatkan biaya perabotan dan ekonomi," jelas Tito.

Sementara itu, Tito menyebut warga yang tidak tinggal di hunian sementara (huntara) turut mendapat bantuan Rp 1,8 juta untuk tiga bulan.

"Yang tidak ingin di huntara, tentu diberi dana tunggu hunian Rp 1,8 juta untuk tiga bulan. Di Aceh sudah tersalurkan sebanyak 93,87 persen, di Sumut 99,47 persen, di Sumbar 97,17 persen. Ini semua di-transfer by name by address sesuai dengan data yang sudah divalidasi BPS," imbuhnya.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: BNN Soroti Penyalahgunaan Liquid Vape dan Gas N2O
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
WordPress Luncurkan Asisten AI untuk Optimalkan Situs Web
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Salat Tarawih Pertama di Ramadan 2026 NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Rincian Jam Operasional Hiburan Malam di Jakarta Selama Ramadhan 2026
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Mendag Jamin Stabilitas Harga Ayam Jelang Ramadan
• 26 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.