Indonesia-Malaysia Jadi Pemain Kunci Industri Baterai EV di Asia Pasifik

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kawasan Asia Pasifik diprediksi akan menjadi rumah baru bagi pembangunan fasilitas manufaktur baterai kendaraan elektrifikasi. Ini melihat dari permintaan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) yang semakin melonjak.

Dilansir Just Auto, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai USD 45,4 miliar atau berkisar Rp 764,4 triliun pada 2027 mendatang. Selain untuk menjawab meningkatnya penjualan BEV, visi tersebut juga untuk kebutuhan penyimpanan energi skala besar.

Meskipun aktivitas pelaksanaan saat ini melambat, gelombang proyek yang direncanakan terus bertambah, menandakan momentum jangka panjang yang kuat. Tren ini menegaskan meningkatnya dominasi APAC dalam manufaktur baterai global dan pengembangan penyimpanan energi, laporan GlobalData.

Lembaga kajian intelijen dan produktivitas terkemuka itu mengeluarkan beleid berjudul 'Proyek Konstruksi Baterai Global (Q1 2026)' yang menunjukkan bahwa industri manufaktur baterai di kawasan Asia-Pasifik tengah mencatat peningkatan signifikan.

Banyak proyek kini telah memasuki fase perencanaan, yang dinilai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang yang solid, meskipun aktivitas konstruksi yang sedang berjalan saat ini mulai menunjukkan perlambatan.

Construction Analyst GlobalData, Kishore Chandra mengatakan bahwa gelombang pembangunan fasilitas manufaktur tersebut dapat mengubah APAC menjadi pusat manufaktur global yang kuat.

“Antara tahun 2026 dan 2028, kawasan APAC akan menjadi tuan rumah lebih dari 206 proyek besar, dengan total investasi sekitar USD 127,2 miliar (Rp 2 ribu triliun lebih), yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai untuk pusat data," katanya.

Masih menurut sumber yang sama, China memimpin dengan kapasitas besar di bidang ekstraksi bahan baku, produksi katoda/anoda, dan perakitan sel. Sementara Korea Selatan dan Jepang terus memperluas keunggulan mereka dalam bidang kimia berkinerja tinggi dan teknologi pemrosesan canggih.

Indonesia dan Malaysia muncul sebagai pemain vital dalam rantai pasokan karena cadangan nikel dan kobalt yang melimpah, kebijakan yang menguntungkan, dan investasi besar dalam pengolahan domestik serta pabrik kelas gigawatt-jam (GWh)

Realisasinya pada 2026, pengeluaran untuk pelaksanaan tetap kuat di kisaran USD 23,4 miliar (Rp 393,8 triliun) meskipun perencanaan meningkat tajam hingga kisaran USD 14,5 miliar (Rp 244,1 triliun), sementara pra-perencanaan sekitar USD 1,3 miliar (Rp 21,9 triliun).

Pada dua tahun setelahnya, angka perencanaan mencapai puncaknya di atas $38 miliar sementara pelaksanaan turun di bawah $1,3 miliar, menandakan transisi dari konstruksi menuju tahap konseptual dan persiapan. Dengan sejumlah besar pabrik manufaktur baterai yang direncanakan antara tahun 2029 dan 2030, kapasitas produksi sektor ini siap untuk peningkatan yang luar biasa.

Chandra menyimpulkan dengan kimia baterai baru yang siap mencapai produksi massal, industri ini siap untuk melampaui ketergantungannya yang besar pada lithium.

Teknologi-teknologi baru ini menjanjikan tidak hanya untuk mendiversifikasi input bahan baku tetapi juga untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi, seperti pengisian daya yang lebih cepat, masa pakai yang lebih lama, dan stabilitas termal yang lebih baik.

"Seiring dengan peningkatan skala produksi dan berkurangnya hambatan manufaktur, harga baterai diperkirakan akan turun tajam, membuat solusi penyimpanan energi jauh lebih mudah diakses di berbagai sektor," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung Bicara Fenomena Jaksa Nakal yang Kena OTT KPK
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Hilal Tak Terlihat di Bandung dan Seluruh Wilayah Jabar, Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Aplikasi Muslim Pro Premium Punya Paket Bundling MyTelkomsel Selama Ramadan
• 2 jam laluterkini.id
thumb
30 ribu orang kunjungi Kota Tua saat Imlek
• 54 menit laluantaranews.com
thumb
Penjelasan Bos Bank Mandiri (BMRI) Soal RBB 2026
• 44 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.