BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Cairkan Santunan Ratusan Juta di Harjasda 167

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO (Realita)- Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 di Alun-Alun Sidoarjo diwarnai penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp157 juta kepada ahli waris pekerja non-ASN dan Linmas. 

Di tengah acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris pekerja yang gugur saat mengabdi. Ini menjadi bukti nyata hadirnya perlindungan bagi pekerja rentan.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Gresik Perkuat Engagement Pelaku Jasa Konstruksi

Langkah ini diambil sebagai implementasi perluasan perlindungan jaminan sosial yang digagas sejak akhir 2025. Saat itu, Pemda Sidoarjo resmi mendaftarkan perangkat desa, PKK, Karang Taruna, hingga Linmas ke dalam program perlindungan tenaga kerja.

Salah satu penerima santunan terbesar adalah Debi Putri Natalia, istri dari almarhum Mohammad Naafidzul Ahkam, petugas keamanan non-ASN di Kecamatan Sukodono yang meninggal dunia mendadak saat menjalankan tugas pada November lalu. 

Debi menerima total manfaat sebesar Rp157,6 juta, yang mencakup santunan kecelakaan kerja, Jaminan Hari Tua (JHT), serta uang pensiun berkala setiap bulan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menyerahkan langsung santunan tersebut didampingi jajaran Forkopimda. Selain kepada Debi, manfaat Jaminan Kematian senilai Rp42 juta juga diserahkan kepada Sulastri, ahli waris dari Paimo, anggota Linmas Desa Jimbaran Kulon yang meninggal dunia karena sakit.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan, DMI dan LTMNU Kabupaten Pasuruan Lindungi Penggiat Masjid

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Syofian, menjelaskan, penyerahan santunan di momen sakral kabupaten ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian.

"Penyerahan ini merupakan bentuk nyata perlindungan jaminan sosial di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Tujuannya jelas, kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak jatuh ke jurang kemiskinan ekstrim," ujar Arie.

Menurutnya, perlindungan bagi elemen masyarakat seperti LPMD hingga Linmas sangat krusial. Risiko pekerjaan bisa datang kapan saja, dan jika tanpa ada jaminan sosial maka keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan penopang ekonomi secara drastis.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ekosistem TPQ Jadi Agen Perisai Untuk Perlindungan Guru Ngaji

"Uang santunan dan beasiswa yang diberikan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak almarhum," tambahnya. gan

 

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puasa Dimulai Besok, Begini Cara Agar Tidak Batal karena Pusing dan Asam Lambung
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Terungkap! Ternyata Pesulap Merah Tidak Izin Istri Pertama untuk Poligami, Alasannya Mengejutkan
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Gudang Amunisi Raksasa Meledak Dekat Moskow! Rusia Terpukul, Ukraina Gempur Tanpa Henti
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Nasaruddin Umar: Donasi untuk Palestina Jadi Agenda Rutin Ramadan di Istiqlal
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ikuti Jejak Ayah, Wapres Filipina Umumkan Maju Nyapres
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.