BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Baru Bekasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengalami peningkatan omzet dan pembeli menjelang bulan Ramadhan 2026.
Hal ini disampaikan Otoy (38), salah seorang pedagang sayuran, saat ditemui Kompas.com pada Rabu (18/2/2026).
"Kalau lonjakan pembeli dan omzet pasti ada. Yang biasanya dapat Rp 3 juta sehari, sekarang bisa Rp 5 juta. Cuma karena kondisinya hujan jadi enggak terlalu banyak," ujar Otoy.
Jika masih banyak dagangan tersisa menjelang tutup lapak, Otoy kerap menjual dengan harga modal untuk menghindari kerugian.
Baca juga: Penumpang Diizinkan Buka Puasa di KRL Selama Ramadhan, Ada Ketentuannya
"Kadang kalau mau tutup kita jual seadanya dengan harga modal, daripada busuk kan," ujarnya.
Menurut Otoy, peningkatan pembeli sudah terasa sejak Selasa (17/2/2026). Meski hujan mengguyur kawasan pasar, para pedagang tetap bertahan memanfaatkan momentum menjelang Ramadhan.
Otoy mengatakan, biasanya lapaknya tutup sekitar pukul 07.00 WIB, namun menjelang Ramadhan waktu berjualan menjadi lebih lama.
"Kondisi pembeli ramai dari hari kemarin. Saya biasa buka lapak dari pukul 12 malam. Kalau menjelang Ramadhan gini bisa sampai pukul 10.00 WIB," ujar Otoy.
Otoy menuturkan mayoritas warga yang datang ke lapaknya ingin mencari sayuran dan cabai untuk kebutuhan munggahan.
"Warga kebanyakan cari sayuran, cabai buat bahan-bahan munggahan. Di sini saya jual cabai sama sayur-sayuran. Ada juga tomat, kol, jagung, cabai rawit, sama jengkol," katanya.
Untuk harga, cabai rawit kini dijual mulai Rp 80.000 per kilogram dan dapat dibeli secara eceran sesuai permintaan pelanggan.
Harga tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 60.000 per kilogram.
"Kalau cabai rawit sekarang dijual dengan harga Rp 80.000. Bisa juga diecer, sesuai permintaan pelanggan," ucapnya.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Tangerang Ramadhan 2026 Selama Sebulan
Dalam sehari, Otoy mengaku mengeluarkan modal hingga Rp 20 juta untuk dua lapak miliknya. Namun dalam kondisi tertentu, terutama saat hujan dan pembeli berkurang, ia memilih tidak mengambil keuntungan agar dagangan tidak terbuang sia-sia.