Dunia Kian Tegang, Swedia Gelar Kembali Latihan Evakuasi Sipil Besar Pertama dalam 60 Tahun

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Menghadapi situasi global yang semakin tegang, Swedia berencana menggelar kembali latihan evakuasi sipil berskala besar di Pulau Gotland, wilayah selatan negara itu, pada September mendatang. Tujuan utama latihan ini adalah memastikan bahwa jika konflik bersenjata meningkat, pemerintah mampu mengevakuasi warga sipil dari wilayah berisiko tinggi ke area yang lebih aman secara efektif.

Ini merupakan latihan evakuasi sipil besar pertama sejak era 1960-an. Pemerintah Swedia juga berencana mengadakan latihan serupa dengan skala yang lebih besar di wilayah utara pada tahun depan.

Menurut laporan kanal berita Ekot dari Radio Swedia (SR), latihan semacam ini lazim dilakukan pada dekade 1950–1960-an. Latihan pada September nanti akan menjadi yang pertama dalam lebih dari enam dekade.

Kepala pertahanan Gotland, Alf Söderman, menyatakan bahwa latihan ini akan meningkatkan kesiapan berbagai instansi dalam menangani evakuasi massal warga sipil. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Swedia mampu mengelola situasi darurat semacam ini.

Latihan tersebut diperkirakan melibatkan lebih dari 300 relawan dari berbagai usia dan jenis kelamin. Sarana evakuasi yang digunakan adalah bus umum Pulau Gotland. Söderman menekankan bahwa evakuasi sipil merupakan operasi yang sangat kompleks. Di antara warga yang dievakuasi terdapat lansia, anak-anak, serta individu dengan kebutuhan khusus, bahkan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing yang memerlukan dukungan tim khusus.

Latihan evakuasi sipil terbesar dalam sejarah Swedia sebelumnya digelar pada tahun 1961 di Stockholm, dengan sekitar 30.000 orang dievakuasi saat itu.

Stasiun Televisi Swedia (SVT) melaporkan bahwa Gotland telah mengumumkan rencana latihan ini sejak tahun lalu. Salah satu skenario yang diasumsikan adalah memburuknya situasi keamanan di kawasan Laut Baltik, yang menyebabkan pasukan NATO ditempatkan di bagian utara Gotland. Kondisi tersebut dapat menjadikan wilayah itu sebagai zona berisiko tinggi, sehingga warga perlu dipindahkan ke wilayah selatan pulau yang lebih aman.

Kepala administrasi Gotland, Charlotte Petri Gornitzka, menyatakan bahwa warga sipil merupakan bagian penting dari sistem pertahanan nasional di masa perang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjalani kehidupan senormal mungkin agar fungsi sosial tetap berjalan. Gotland tetap membutuhkan penduduknya, sehingga prioritas utama adalah memindahkan warga ke area yang lebih aman di dalam pulau, bukan ke daratan utama Swedia. Pendekatan ini disebut sebagai pelajaran yang dipetik dari pengalaman perang di Ukraina.

Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia (Swedish Civil Defence and Resilience Agency) menegaskan bahwa dalam situasi krisis, warga sebaiknya tetap tinggal di rumah masing-masing selama memungkinkan. Evakuasi massal hanya akan dilakukan sebagai langkah terakhir.

Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa latihan serupa akan digelar di wilayah Swedia dengan tingkat risiko perang tertinggi. Latihan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 di wilayah utara Swedia, dan akan melibatkan kerja sama multinasional bersama Finlandia dan Norwegia.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan Jadi Momen Mendorong ASN dan Masyarakat di Cianjur Berbelanja ke Pasar Rakyat
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Gresik Perkuat Engagement Pelaku Jasa Konstruksi
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Wagub DKI Rano Karno Minta Warga Maklumi Jukir Liar di Tanah Abang Saat Awal Ramadan
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Reklamasi Tak Berizin di Gresik Dihentikan KKP
• 7 jam laludisway.id
thumb
Hindari Banjir Susulan, 51 Warga Gunungkidul Terpaksa Mengungsi
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.