YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 51 warga di Gunungkidul mengungsi untuk menghindari potensi banjir susulan di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kecamatan Ngawen, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengutip pemberitaan video Kompas TV, Rabu (18/2/2026), hujan dengann intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan di atas permukiman warga, memicu air bercampur material longsor turun deras ke arah rumah-rumah penduduk.
Gelondongan kayu dan batu berukuran besar ikut terbawa arus dan menerjang sejumlah rumah, pagar, serta kendaraan milik warga.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah rumah dilaporkan rusak dan tertutup material lumpur tebal, kayu, serta batu yang terbawa arus.
51 orang dikabarkan terpaksa mengungsi untuk menghindari potensi banjir bandang susulan.
“Sekarang, 51 jiwa,” kata seorang warga setempat, Fendi Muhammad Muslim.
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 19 rumah warga terdampak tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (17/2/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut 19 kepala keluarga terdampak peristiwa itu.
“Sebanyak 19 kepala keluarga terdampak dengan 19 unit rumah terdampak,” kata Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
“Saat ini warga bersama unsur terkait melakukan pembersihan material longsor di bawah status Siaga Darurat hingga 19 Maret 2026,” ucapnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- longsor gunungkidul
- banjir ciamis
- penanganan bencana





