Anggota Komisi V DPR Daniel Mutaqien Syaifudin menyoroti kesiapan angkutan bus untuk angkutan lebaran 2026. Ia menyoroti kasus kecelakaan bus yang terjadi karena ada kendaraan yang tidak layak tapi tetap beroperasi.
Hal itu disampaikannya saat Komisi V menggelar rapat kerja bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (18/2).
“Akhir Desember lalu kan ada kecelakaan di Semarang bus, ini kan pasti volume penggunaan bus jelang mudik lebaran itu pasti akan banyak, kejadian kecelakaan bus di Semarang,” kata Daniel.
“Hasil dari ramp check tersebut bus gitu tidak layak digunakan, hasilnya adalah bus tersebut tidak layak digunakan kan kira-kira begitu ya Pak Dirjen perhubungan, tapi dua minggu kemudian bus itu digunakan dan terjadi kecelakaan, sialnya,” lanjutnya.
Politisi fraksi Golkar itu pun mempertanyakan bagaimana prosedur ramp check dilakukan oleh Kemenhub. Sebab, menurutnya, ramp check itu sangat penting sebelum kendaraan dinyatakan layak jalan.
“Pada hasil dari ramp check-nya ini kendaraan tidak layak digunakan karena ini menjadi pertanyaan bagi kita semua, terutama saya dan teman-teman anggota yang lain ini hasil ramp check-nya tidak layak digunakan tapi masih beroperasi dan apesnya kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa, ada 14 kalau gak salah ya, 14 atau 16,” ujarnya.
Daniel pun memberikan contoh di luar negeri yang pemerintahnya lebih memberikan perhatian pada keselamatan transportasi dan apabila terjadi kecelakaan.
“Di Eropa ya kalau gak salah delapan orang meninggal kecelakaan kereta, 8 orang meninggal jadi hari berkabung nasional, pasang bendera setengah tiang. Kemarin kecelakaan bus hampir 16 orang dan kita anggap biasa aja padahal kita bisa berbagi banyak di wilayah itu,” ungkap dia.





