Pemerintah Gelontorkan Rp 200 Miliar Bangun 1 SMA Unggul Garuda Baru

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, mengungkapkan bahwa pihaknya menggelontorkan dana Rp 200 miliar untuk membangun satu SMA Unggul Garuda Baru.

Titin, panggilan karib Findyartini, menyampaikan bahwa anggaran setiap SMA Unggul Garuda Baru bervariasi, tetapi kisarannya Rp 200 miliar per satu sekolah.

"Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu, ada faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya saja," jelas Titin saat ditemui dalam agenda seleksi SMA Unggul Sekolah Garuda Baru di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: SMA Unggul Garuda Baru untuk 1 Persen yang Berbakat dan Bertalenta

Ia menyampaikan, anggaran tersebut belum termasuk biaya operasional sekolah lainnya, seperti fasilitas sekolah, gaji guru, dan tenaga kependidikan.

Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan dana abadi di luar dari anggaran total biaya pembangunan Sekolah Garuda untuk keberlanjutan operasional sekolah.

"Sudah diperhitungkan sampai tahun 2029 nanti, pula kami juga memikirkan beyond itu melalui skema Dana Abadi," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan 4 SMA Unggul Garuda Baru Rampung pada Juni 2026

Empat titik SMA Unggul Garuda Baru

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, Ahmad Najib Burhani menyampaikan bahwa sebanyak empat SMA Unggul Garuda Baru ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Empat SMA Unggul Garuda Baru tersebut masing-masing berlokasi di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Empat titik Sekolah Garuda Baru yang sekarang sedang kami bangun, siap untuk dipakai pada Juni 2026," kata Najib, Rabu.

Melalui program SMA Unggul Garuda Baru ini, diharapkan anak-anak yang kecerdasan di atas rata-rata dapat mengembangkan potensi dalam dirinya.

Sebab, satu persen anak-anak yang bertalenta di Indonesia seringkali terlewatkan dan tidak mendapat fasilitas yang mumpuni dari negara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi memang SMA Unggul Garuda Baru ditujukan kepada mereka yang jumlahnya tidak banyak, satu persen yang gifted (berbakat) dan talented students (murid bertalenta) yang ada di Indonesia," tuturnya.

Selain itu, pemerintah ingin lokasi sekolah-sekolah berkualitas tersebar merata di seluruh Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nominal Bantuan Korban Banjir Sumatera: Stimulan Ekonomi hingga Perabotan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Militer AS Serang 3 Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 11 Orang Tewas
• 13 jam laludetik.com
thumb
Berbekal SP3, Putri Dakka Melawan! Laporkan Balik Fatmawati Rusdi ke Bareskrim Polri atas Dugaan Laporan Palsu
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Saat Awal Masa Puasa Dua Agama Jatuh pada Hari yang Sama
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Intip Besaran THR ASN 2026: Rincian Estimasi Per Golongan dan Komponen yang Cair
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.