JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB telah melakukan pemantauan pada periode 17 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan hasil pemantauan tersebut menunjukkan telah terjadi banjir di Kabupaten Grobogan hingga mengakibatkan 30 jiwa mengungsi.
Baca Juga: Hindari Banjir Bandang Susulan, Warga di Gunung Kidul Mengungsi | KOMPAS SIANG
"Di Jawa Tengah, pembaruan data menunjukkan banjir di Kabupaten Grobogan berdampak pada kurang lebih 9.736 kepala keluarga dengan dua unit rumah rusak dan sekitar 30 jiwa mengungsi mandiri," kata Muhari dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (18/2/2026).
“Di Kabupaten Pemalang, banjir berdampak pada kurang lebih 5.729 kepala keluarga atau 21.480 jiwa dengan kurang lebih 5.256 unit rumah terdampak, dan saat ini air telah surut serta memasuki tahap pembersihan.”
Sementara, di Kabupaten Tegal, banjir mengakibatkan satu orang luka ringan, kurang lebih 9.518 jiwa terdampak, 896 unit rumah terdampak dan 1 unit rumah rusak. Muhari menyebut, banjir telah surut dan warga bergotong royong membersihkan lingkungan.
Selain banjir, pergerakan tanah di wilayah Tegal mengakibatkan 668 kepala keluarga atau 2.523 jiwa mengungsi serta 691 unit rumah rusak.
“Distribusi logistik mencapai 2.711 porsi per hari selama masa Tanggap Darurat hingga 2 Maret 2026," ujarnya.
Banjir bandang juga terjadi di Kabupaten Purbalingga, dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu luka berat.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir jawa tengah
- penanganan bencana
- banjir dan longsor





