FAJAR, BANDUNG – Persib Bandung menghadapi misi “mustahil” saat menjamu Ratchaburi FC di leg kedua 16 besar ACL 2. Pangeran Biru wajib menang 4-0 demi membalikkan agregat dan melaju ke perempat final.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi saksi. Inilah perjuangan hidup mati Persib melawan wakil Thailand, Ratchaburi FC, malam ini, Rabu (18/2/2026) pukul 19.15 WIB/20.15 Wita.
Kekalahan menyakitkan 0-3 pada pertemuan pertama di Thailand memaksa pasukan Bojan Hodak tampil habis-habisan untuk menang dengan margin minimal empat gol.
Meski terjal, jalan menuju keajaiban pernah dilewati oleh klub Indonesia lainnya. Persib perlu berkaca pada keberhasilan Persija Jakarta dan PSM Makassar yang pernah mengukir sejarah manis saat menghadapi situasi serupa di level Asia.
Inspirasi Comeback 4-0 Persija
Maung Bandung bisa memetik pelajaran berharga dari kegigihan Persija Jakarta pada ajang AFC Cup 2018. Kala itu, Macan Kemayoran mengawali fase grup dengan kekalahan telak 0-3 dari raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT).
Namun, saat berganti status menjadi tuan rumah, Persija sukses membalas tuntas dengan skor kemenangan yang identik dibutuhkan Persib saat ini, yakni 4-0.
Kala itu, Marko Simic menjadi bintang dengan memborong empat gol sekaligus. Mentalitas menyerang sejak menit awal inilah yang wajib direplikasi oleh Ciro Alves dan kolega di GBLA nanti.
Dominasi PSM atas Wakil Thailand
Sejarah emas juga pernah diukir PSM Makassar di kancah Liga Champions Asia 2001. Juku Eja membuktikan bahwa tim Indonesia mampu mendominasi wakil Thailand jika tampil dengan agresivitas tinggi.
Menghadapi Royal Thai Air Force, PSM Makassar tampil sangat superior dengan meraih kemenangan telak 6-1 dan 5-0 dalam laga kandang-tandang.
Rekam jejak kemenangan besar atas tim asal Negeri Gajah Putih ini membuktikan bahwa margin empat gol bukanlah hal yang mustahil bagi wakil tanah air. Kuncinya: bermain dengan disiplin taktik dan efektivitas serangan yang tajam.
Persib Butuh Gol Cepat dan Bobotoh
Persib harus mampu memecah kebuntuan di 15 menit pertama. Gol cepat akan meningkatkan kepercayaan diri skuad dan meruntuhkan mentalitas bertahan Ratchaburi FC.
Kehadiran Bobotoh di GBLA harus dimanfaatkan sebagai teror psikologis bagi tim lawan. Atmosfer stadion yang berisik bisa memicu kesalahan di lini belakang Ratchaburi.
Fokus menyerang total bukan berarti melupakan pertahanan. Pasukan Bojan Hodak wajib waspada terhadap serangan balik kilat tamu, karena satu gol dari Ratchaburi akan membuat tugas Persib menjadi jauh lebih berat. (*)





