Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta waktu satu minggu ke depan untuk melakukan kajian menyeluruh terkait rencana proyek gentengisasi. Maruarar menyampaikan rencana itu telah dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto karena berkaitan langsung dengan sektor perumahan. "Soal gentengisasi kami sudah berdiskusi dengan Bapak Presiden, sudah saya laporkan karena juga menyangkut perumahan," kata Maruarar saat Rapat koordinasi pascabencana Sumatra, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2). Maruarar menjelaskan Kementerian PKP telah melakukan survei di sejumlah wilayah sebagai bagian dari pengumpulan data awal, di Jatiwangi, Majalengka Jawa Barat. "Dari Pak KDM (Dedi Mulyadi), kami dapat info, di Purwakarta dan di Bekasi," sebutnya.
Menurut Maruarar, salah satu tujuan utama program gentengisasi adalah meningkatkan kenyamanan hunian masyarakat. Selain itu, gentengisasi diharapkan bisa menggerakkan sektor usaha kecil menengah sekaligus melibatkan industri manufaktur. "Yang kedua, Pak Ketua, kalau boleh ini menggerakkan UMKM. Tapi juga kita siapkan juga yang pabrikan. Nanti arahan Pak Dasco, mana yang mau digunakan," ucap dia. "Jadi kalau boleh izin kami minta waktu seminggu dengan kajian yang lengkap untuk kami laporkan kepada Pak Ketua," sambungnya. Dia menilai opsi impor genteng bukan pilihan utama meski dianggap lebih sederhana.
"Jadi kalau mau simple, sih, kita bisa aja impor, tapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan daripada industri dalam negeri kita, soal genteng ini," imbuh Maruarar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya rumah yang menggunakan atap seng di berbagai daerah. Ia menilai material tersebut kurang ideal dari sisi kenyamanan dan ketahanan. "Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2). Prabowo menyampaikan keinginan agar penggunaan genteng diperluas melalui program nasional. "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia," lanjutnya.





