Pantau - Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Takengon mengajak siswa SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah untuk tetap bersekolah meski terdampak bencana akhir 2025 melalui kegiatan edukasi dan permainan.
Kegiatan dilakukan melalui Program Mahasiswa Berdampak, inisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melibatkan 50 mahasiswa dan beberapa dosen pembimbing.
Program Mahasiswa Berdampak Dukung Pemulihan AnakProgram ini bertujuan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan sekaligus mendukung pemulihan psikologis anak-anak. Mahasiswa mengajar, bermain, menggambar, bernyanyi, dan mengenalkan permainan tradisional serta kesenian Aceh.
Koordinator Lapangan, Andrean Ramadhan, menyebut kegiatan seni dan permainan tradisional membantu anak-anak melupakan ketakutan sementara dan menumbuhkan semangat belajar.
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati, kepedulian sosial, dan kemampuan berkontribusi dalam penanganan dampak bencana.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa akademisi, peneliti, dan mahasiswa harus mengaplikasikan ilmu dan inovasi untuk masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Posko Bencana Perguruan Tinggi Siap Koordinasi CepatSebanyak 28 posko bencana perguruan tinggi dan 11 perguruan tinggi pendukung disiapkan dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana untuk memastikan koordinasi cepat dan tepat sasaran.



