Menjelang Ramadan, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mencatat perkembangan harga kebutuhan pokok relatif terkendali berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), meski sejumlah komoditas berada di atas HET.
Budi menyebutkan, harga rata-rata nasional untuk sejumlah komoditas masih berada di bawah harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Memang ada yang di atas HET, misalnya Minyakita hari ini Rp 16.020, sementara HET-nya Rp 15.700. Tapi, sebelumnya rata-rata sempat Rp 16.800, sekarang sudah turun,” ujar Budi di Pembukaan Pasar Murah Ramadan 1447 H, Rabu (18/2).
Ia mengatakan, penurunan harga Minyakita terjadi setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan yang mewajibkan 35% pasokan BUMN pangan disalurkan langsung ke konsumen.
“Jadi, mudah-mudahan selama Ramadan ini harga terkendali, pasokan cukup, dan kami terus melakukan monitor,” kata dia.
Selain minyak goreng, sejumlah komoditas lain juga dipantau ketat. Harga telur ayam ras tercatat rata-rata nasional Rp 30.750, sedikit di atas harga acuan Rp 30.000.
Harga Daging Sapi Masih di Bawah HETSementara itu, harga daging sapi rata-rata nasional Rp133.618, masih di bawah HET Rp 140.000. Untuk bawang putih, harga rata-rata nasional berada di angka Rp 36.875, juga masih di bawah HET Rp 38.000.
Budi mengatakan semua harga itu tercantum dalam data SP2KP yang terbuka untuk publik dan dapat diakses masyarakat maupun media.
Menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah disebutnya telah mengumpulkan para pemasok untuk memastikan pasokan aman. Koordinasi juga dilakukan lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, hingga Satgas Pangan.
“Kita pastikan jangan sampai mahal. Semua kita usahakan sesuai harga acuan atau HET,” ujarnya.
Menurut Budi, kenaikan harga yang terjadi di sejumlah pasar umumnya dipengaruhi faktor distribusi atau lonjakan permintaan lokal, bukan karena kekurangan produksi nasional.




