Purbaya Perintahkan Bea Cukai Tak Hambat Bantuan ke Aceh

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memerintahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu untuk tidak menghambat bantuan dari Diaspora Aceh di Malaysia untuk masyarakat Aceh.

Purbaya menyebutkan, selama ada keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa barang kiriman itu diperuntukkan untuk korban banjir dan longsor Aceh, Bea Cukai akan langsung melepasnya.

Hal tersebut Purbaya sampaikan saat rapat bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Mentan Usul Bantuan Diaspora Malaysia ke Aceh Jadi Uang Saja, Dasco: Repot!

"Kita bisa realisasikan secepatnya supaya barang-barang ini bisa masuk dan diawasi dengan ketat langsung ke pengungsian-pengungsian dalam rangka menyambut puasa dan hari raya Lebaran. Begitu ya," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

"Izin, Pak Ketua. Ya, selama ada keterangan dari BNPB ini lepas, bisa kita bebaskan, Pak. Jadi BNPB bilang ini barang untuk bantuan bencana, Bea Cukai akan melepaskan itu," sahut Purbaya.

Meteri Dalam Negeri Tito Karnavian pun satu suara dengan Purbaya.

Tito menegaskan bahwa yang menerima bantuan dari diaspora tersebut adalah BNPB.

Baca juga: Mendagri Tolak Rencana Bantuan Beras dari Diaspora ke Aceh: Kita Swasembada

"Mohon izin, tadi kami sudah koordinasi dengan BNPB. Nanti yang menerimanya BNPB, yang menyalurkan juga BNPB," ucap Tito.

"Oke, cocok kalau begitu," imbuh Dasco.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Diketahui, warga Aceh yang ada di Malaysia mengirimkan beragam bantuan ke Aceh, mulai dari minyak goreng senilai Rp 1 miliar, gula pasir Rp 50 juta, air mineral Rp 672 juta, makanan siap saji Rp 1 miliar, pakaian baru Rp 126 miliar, Al-Quran Rp 1 miliar, dan kloset toilet Rp 4,8 miliar.

Namun, bantuan tersebut belum bisa dikirim, dan tertahan di Port Klang, Malaysia, sebelum disalurkan ke Lhokseumawe.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembangunan 66 RS Lengkap di Daerah 3T Dikebut, Senator Filep: Misi Asta Cita Presiden
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kemenekraf Tetapkan 64 IP Valuator, Dorong Kredit Ekraf Rp10 Triliun
• 31 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Satgas Galapana DPR: Lumpur dan Tumpukan Kayu Ancam Bendungan Keureuto di Aceh
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi III DPR Geram Developer Perumahan di Bekasi Absen Rapat Polemik Musala
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kuba Darurat Bahan Bakar Akibat Blokade Minyak AS
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.