Pasar Asia Banyak Libur Imlek, Emas Global Diam-diam Bangkit ke Atas USD 4.900

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia pelan-pelan bangkit setelah sempat jatuh dua hari beruntun. Di tengah perdagangan yang tipis karena banyak pasar Asia libur Imlek, aksi buy on dip mendorong logam mulia ini kembali menembus level USD 4.900 per ounce.

Pelaku pasar kini menunggu risalah rapat terbaru dari Federal Reserve sebagai petunjuk arah suku bunga berikutnya.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/2), pukul 11:30 waktu Singapura, harga emas spot naik 0,9 persen ke USD 4.919,63 per ounce. Perak menguat 1,2 persen ke USD 74,40, platinum naik 1,8 persen, dan paladium bertambah 1,6 persen. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index terpantau naik tipis 0,1 persen.

Sebelumnya, harga terkoreksi lebih dari 3 persen dalam dua sesi karena dolar AS menguat. Indeks dolar bahkan sempat naik 0,4 persen pada Selasa sebelum akhirnya memangkas penguatannya. Padahal, akhir Januari lalu emas baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 5.595 per ounce.

Reli yang terlalu cepat, ditambah lonjakan pembelian spekulatif, membuat pasar “kepanasan” dan harga terkoreksi tajam hingga mendekati USD 4.400 hanya dalam dua hari. Meski kini sudah memangkas hampir separuh penurunan tersebut, pergerakan emas masih terlihat liar dan sensitif.

Sejumlah bank global seperti BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc. tetap optimistis tren naik emas belum selesai. Alasannya masih sama: ketegangan geopolitik yang tinggi, pergeseran minat investor dari obligasi dan mata uang negara, hingga kekhawatiran soal independensi bank sentral AS.

Dalam waktu dekat, fokus pasar tertuju pada sinyal kebijakan moneter AS. Risalah rapat Januari The Fed, di mana suku bunga ditahan, akan jadi bahan baca penting. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya diuntungkan jika ada peluang pemangkasan suku bunga. Pekan lalu, harga sempat terdorong naik setelah data inflasi yang lebih jinak memperkuat ekspektasi penurunan bunga.

Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil untuk beberapa waktu sampai ada bukti inflasi benar-benar menuju target 2 Ppersen. Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee membuka peluang pemangkasan bunga tahun ini jika tren penurunan inflasi berlanjut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengadakan Munggahan Sebelum Puasa Ramadhan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Aturan Jam Kerja ASN DKI Jakarta Selama Ramadan Berdasarkan SE Gubernur
• 7 jam lalunarasi.tv
thumb
Satpol PP DKI bakal Tertibkan Pedagang Takjil di Trotoar Selama Ramadan, Berikut Lokasinya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jejak Sejarah 18 Februari: Tragedi Sampit hingga Penemuan Pluto
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Di Balik Penetapan Awal Ramadan 1447 H: Bukan Sekadar Alaska
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.