Mensos Laporkan Penyaluran Bansos Bencana Sumatera, Total Capai Rp 1,83 Triliun

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan perkembangan terbaru penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Hingga awal Februari, penyaluran bantuan sosial reguler telah mencapai lebih dari Rp 1,83 triliun dan menyasar lebih dari 1,7 juta keluarga penerima manfaat.

“Yang pertama adalah bantuan sosial reguler. Untuk tiga provinsi sudah kami salurkan sejak awal Februari. Total anggarannya adalah Rp 1.832.738.125.000,” kata Gus Ipul dalam rapat koordinasi dengan Pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

“Yang ditujukan kepada 1,7 juta lebih keluarga penerima manfaat. Untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” lanjutnya.

Selain bantuan sosial reguler, pihaknya juga menyalurkan bantuan sosial bidang kebencanaan atau yang disebut sebagai Bansos Adaptif. Bantuan ini mencakup dukungan logistik, dapur umum, hingga bantuan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia menambahkan, pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bantuan mencakup santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat, jaminan hidup, bantuan isian hunian, hingga pemulihan sosial ekonomi.

“Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi ada santunan untuk ahli waris bagi yang meninggal dunia dan yang luka berat. Kemudian yang kedua ada jaminan hidup, isian hunian, dan tadi sudah disinggung oleh Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) juga ada pemulihan sosial ekonomi,” katanya.

Gus Ipul menegaskan data yang dipaparkan saat ini masih bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan data tunggal yang ditetapkan pemerintah.

Ia menjelaskan, data sementara tersebut digunakan sebagai pedoman awal dalam pengajuan anggaran.

“Jadi ada 513 sudah naik menjadi 562 misalnya, itu adalah data untuk ahli waris. Kemudian 133 ribu lebih adalah KK penerima isi hunian dan bantuan stimulan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, penerima jaminan hidup tercatat mencapai ratusan ribu jiwa.

“Kemudian untuk jaminan hidup itu sekitar 473 ribu jiwa lebih,” kata Gus Ipul.

“Kami sudah mulai menyalurkan untuk ahli waris, untuk isian hunian, maupun juga untuk jaminan hidup. Dan sekarang akan disusul untuk pemulihan ekonomi dan sosial atau pemulihan sosial ekonomi. Kami mengikuti penyaluran BNPB. BNPB pada minggu yang lalu sudah salur, kita akan menyusul di belakangnya,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak 29 dari 53 kabupaten/kota telah tervalidasi dan siap menerima penyaluran bantuan.

“Sudah ada 29 dari 53 Kabupaten/Kota yang telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap untuk disalurkan. Anggaran kami yang kita butuhkan nanti semuanya itu 2 triliun lebih,” kata dia.

Ia menambahkan, sebagian anggaran telah tersedia melalui kebijakan Rincian Output Direktif khusus Presiden.

“Rp 600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO (Rincian Output) khusus direktif Presiden,” ujarnya.

Untuk santunan ahli waris korban meninggal dunia, Kementerian Sosial telah menyalurkan dana lebih dari Rp 14 miliar.

“Ada 14 miliar lebih disalurkan kepada 990 korban meninggal dunia. Senilai Rp 15 juta bagi yang meninggal dunia,” kata Gus Ipul.

“Kemudian jaminan hidup ini, jadupnya juga sudah mulai kami salurkan khususnya kepada 4 Kabupaten, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Padang Sidempuan, dan juga Padang Panjang. Nilainya 20 miliar lebih, sekarang juga mulai hari ini kami juga menyalurkan kepada data-data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi,” lanjutnya.

Sementara itu, bantuan isian hunian yang telah tervalidasi dan siap disalurkan mencapai hampir Rp 98 miliar.

“Sementara ini adalah bantuan untuk isi hunian yang telah divalidasi dan siap disalurkan. Nilainya ada Rp 98 miliar lebih untuk 32 ribu lebih keluarga penerima manfaat. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan juga Provinsi Sumatera Barat,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencekam! 3 Siswi SMK Diadang Kawanan Monyet Liar di Gunung Budeg Tulungagung
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Inggris Perketat Aturan Paspor, Warga Negara Ganda Terancam Terlantar di Perbatasan
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pasar Keuangan Menjemput Ramadhan: Optimisme Domestik Dibayangi Tekanan Global
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Wilayah Bekasi dan Sekitarnya
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir-Longsor Terjang Jateng, Ribuan Warga Terdampak dan 3 Tewas
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.