Jakarta, ERANASIONAL.COM – Upaya percepatan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara kembali dibahas dalam pertemuan antara Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, pada Rabu (18/2/2026).
Dalam laporan terbarunya, KONI Pusat menegaskan bahwa penyusunan cabang olahraga yang akan dipertandingkan kini mengacu pada rekomendasi akademisi dan aspirasi kontingen.
Fokus utama diarahkan pada cabang Olimpiade, cabang prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang unggulan SEA Games, serta beberapa cabor pilihan dari tuan rumah.
Marciano juga menekankan bahwa pelaksanaan PON mendatang harus mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan pendekatan ini, pembangunan venue baru diharapkan dapat ditekan agar tidak membebani anggaran daerah.
Sementara itu, Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh untuk menyediakan venue pendukung, khususnya untuk cabor yang belum memiliki fasilitas memadai di wilayah tuan rumah.
Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, ketika membuka Musorprov XIII/2026 KONI DKI Jakarta pada 5 Februari 2026.
Meski beberapa pertandingan akan digelar di Jakarta, penamaan resmi tetap PON XXII/2028 NTT–NTB, sebagai bentuk penghormatan kepada dua provinsi penyelenggara utama.
KONI Pusat memastikan komunikasi dengan pemerintah provinsi NTT, NTB, dan Pemprov DKI Jakarta akan semakin diperkuat dalam waktu dekat untuk mempercepat kesiapan teknis dan penyelenggaraan.
Sebelumnya, pada 8 Februari 2026, Marciano Norman telah melantik Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai Ketua Umum KONI NTT.
Dalam laporannya, Laka Lena yang juga menjabat sebagai Gubernur NTT menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah membentuk satgas khusus persiapan dan mengalokasikan dana sekitar Rp250 miliar untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028.
Dengan dukungan lintas daerah dan koordinasi yang semakin intens, penyelenggaraan PON XXII/2028 diharapkan dapat berjalan lancar dan menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional.





