BEKASI, KOMPAS.com – Seorang pedagang nasi uduk di Kota Bekasi menjadi korban pencurian setelah didatangi pria tak dikenal yang berpura-pura menjadi pembeli. Uang hasil dagangan sekitar Rp700.000 raib saat korban tengah menyiapkan pesanan.
Korban bernama Atnah (60), warga Jalan Kecapi 2, RT 004/RW 003, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di lapaknya.
Pelaku awalnya memesan empat bungkus nasi uduk. Saat Atnah baru menyelesaikan dua bungkus pesanan, pria tersebut tiba-tiba melarikan diri.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pembeli di Pasar Baru Bekasi Naik meski Harga Sayuran Melonjak
"Kejadiannya jam 07.30 WIB. Dia datang minta dibuatin nasi uduk empat bungkus. Tapi baru saya selesai buatin dua bungkus, dia kabur. Pas saya cek, duit di kaleng udah enggak ada. Mungkin sekitar Rp700.000," ujar Atnah saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (18/2/2026).
Atnah mengaku tidak menaruh curiga karena pelaku bersikap layaknya pembeli biasa. Ia juga baru pertama kali melihat pria tersebut datang ke lapaknya.
"Saya enggak kenal sama orangnya, soalnya pakai masker. Tapi dia tinggi, pakai celana pendek, sama pakai motor warna merah," kata Atnah.
Setelah menyadari uangnya hilang, Atnah berteriak meminta pertolongan warga.
"Saya teriak maling-maling. Terus orang ramai pada nyamperin semua. Tapi enggak ada yang ngejar, soalnya sudah jauh juga pelakunya," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Atnah mengaku mengalami trauma. Ia merasa lemas dan sulit beristirahat karena terus memikirkan peristiwa itu.
"Kaki saya lemas sampai sekarang juga. Tidur juga jadi enggak enak. Sudah dua hari ini juga enggak bisa makan karena kepikiran terus," katanya.
Atnah telah berjualan nasi uduk selama 30 tahun dan kerap berpindah tempat. Lapak yang menjadi lokasi kejadian baru ia tempati sekitar empat bulan terakhir dengan biaya sewa Rp30.000 per bulan.
Baca juga: Pasar Baru Bekasi Padat Menjelang Ramadhan, Antrean Kendaraan Mengular hingga 1 Km
"Sudah 30 tahun saya jualan nasi uduk. Pindah ke tempat yang baru sekitar empat bulan yang lalu. Setiap hari saya bawa-bawa dagangan dari jam 5.30 WIB, tapi baru ini ngalamin pencurian," ujarnya.
Ia mengaku baru pertama kali mengalami pencurian selama puluhan tahun berdagang. Usai kejadian, sejumlah aparat dan perangkat wilayah mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan, di antaranya ketua RT, RW, lurah, Babinsa, dan bhabinkamtibmas.
"Kemarin sudah ada Lurah, Babinsa, Binmas RT, RW sudah datang. Cuma saya enggak mau diperpanjang. Padahal, pihak polisi mau diperpanjang," katanya.
Atnah memilih tidak membuat laporan resmi karena keterbatasan usia dan tidak ingin proses hukum berlarut-larut.
Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Iptu Gatot H, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut.
"Betul ada kejadian tersebut (pencurian) di wilayah Pondok Melati, Kecamatan Pondok Gede," ujar Gatot saat dikonfirmasi Kompas.com.
Meski korban tidak membuat laporan resmi, polisi memastikan tetap melakukan penyelidikan.
"Betul. Kami tetap akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk pelakunya," ungkap Gatot.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




