FAJAR, TAKALAR – Sebanyak 60 spanduk bertema “Semarak Ramadan” kini mengepung wilayah Kecamatan Pattallassang guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Takalar, Daeng Manye, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana menyambut Ramadan dengan hati bersih serta penuh kedamaian.
Gerakan pemasangan atribut keagamaan secara serentak ini menjadi simbol kuat kesiapan warga Takalar dalam meraih keberkahan di bulan suci.
Kecamatan Pattallassang kini tampak lebih religius dengan pemandangan spanduk yang tersebar masif di berbagai titik strategis.
Tercatat ada 60 lembar spanduk yang telah terpasang rapi di sembilan kelurahan. Mulai dari kantor kecamatan, kantor kelurahan, hingga area publik seperti masjid dan musala.
Pemasangan serentak ini merupakan bagian dari gerakan besar Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memperkuat syiar Islam di seluruh wilayah kecamatan. Selain memperindah estetika lingkungan menjelang puasa, langkah ini diharapkan mampu membangkitkan spirit kebersamaan warga.
Bupati Takalar, Daeng Manye, menegaskan bahwa kehadiran atribut ramadhan ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Takalar. Menurutnya, suasana religius harus dihadirkan hingga ke akar rumput guna menciptakan harmoni dan persaudaraan.
“Ramadan adalah momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan. Pemasangan spanduk serentak ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi ajakan nyata kepada masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat berbagi,” ungkap Daeng Manye.
Gerak Cepat Pemerintah Kecamatan
Camat Pattallassang, Bansuhari Said, memastikan pihaknya telah memobilisasi tim untuk memastikan seluruh spanduk terpasang tepat waktu sebelum fajar Ramadhan menyapa. Fokus utama pemasangan adalah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang terasa hingga ke lingkungan terkecil. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat merasakan semarak Ramadhan sejak dini,” jelas Bansuhari Said.
Dukungan Positif dari Warga
Gerakan ini mendapat respons hangat dari penduduk lokal. Rahmat (45), warga Kelurahan Kalabbirang, mengaku lingkungannya kini terasa lebih hidup.
Hal serupa disampaikan Nurhayati (39), warga Kelurahan Pappa, yang menilai kehadiran spanduk tersebut menjadi pengingat bagi keluarga untuk mempersiapkan diri secara spiritual.
Dengan gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap identitas daerah yang religius dan harmonis semakin kokoh, menciptakan suasana ibadah yang khusyuk, aman, dan penuh keberkahan di tahun 1447 Hijriah. (*)





