Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pembangunan tahap pertama hunian sementara (huntara) usai bencana di wilayah Sumatera telah mencapai 1.398 unit. Jumlah tersebut tersebar di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Huntara yang sudah selesai tahap pertama itu sebanyak 1.398 unit, 1.075 unit di Aceh, 200 unit di Sumatera Utara, dan 123 unit di Sumatera Barat," ucap Dony dalam Rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatera, di Gedung Nusantara IV, DPR, Jakarta, Rabu (18/2).
Setelah diserahterimakan kepada Pemda, sebagian besar huntara yang dibangun telah ditempati oleh masyarakat terdampak. Rinciannya, sebanyak 600 unit berada di Kabupaten Aceh Tamiang, 97 unit di Kabupaten Aceh Timur, 162 unit di Kabupaten Pidie Jaya, serta 216 unit di Kabupaten Aceh Utara.
Lalu, ada 200 unit yang telah dihuni di Kabupaten Tapanuli Selatan, 40 unit di Padang Pariaman, dan 55 unit di Kabupaten Agam. Selain pembangunan yang telah rampung, Danantara juga mengusulkan tambahan unit di sejumlah titik, khususnya di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.
"Sedang dikerjakan oleh Danantara, dan di Sumatera Barat kami sedang menyiapkan juga untuk huntap, dan potensi tambahan untuk total itu di Aceh ada 90 unit di Aceh Utara, dan 488 unit di Pidie Jaya," ungkap Dony.
Dony mengungkapkan dari 15.000 alokasi huntara, pembangunan kemudian dikonversi menjadi hunian tetap (huntap) untuk kebutuhan jangka panjang.
"Jadi huntap kita sudah akan mulai berkoordinasi tentunya dengan Kementerian Perumahan, kita akan mulai huntap di tiga provinsi ini," terang Dony.
Pembangunan huntap bakal dimulai Kamis (19/2) diawali peletakan batu pertama atau groundbreaking di Sumatera Barat, sebelum dilanjutkan ke Sumatera Utara dan Aceh.





