Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (18/2) siang.
Berdasarkan laporan sementara BPBD DIY, cuaca ekstrem yang terjadi sejak pukul 12.50 WIB tersebut menyebabkan puluhan titik terdampak di tiga wilayah, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul.
Dalam laporan Situation Report (Sitrep) Pusdalops BPBD DIY update pukul 16.00 WIB, disebutkan bahwa hujan merata di seluruh DIY memicu kejadian pohon tumbang, kerusakan rumah, serta gangguan akses jalan dan jaringan utilitas. Hingga laporan disampaikan, tidak ada korban jiwa.
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem berdampak pada empat titik di empat kemantren, yaitu Ngampilan, Wirobrajan, Umbulharjo, dan Danurejan.
Dampak yang tercatat meliputi tiga pohon tumbang, satu dahan patah, dua akses jalan kampung terganggu, serta satu jaringan wifi terdampak. Seluruh kejadian tersebut dilaporkan nihil korban jiwa.
Sementara itu di Kabupaten Gunungkidul, terdapat delapan titik terdampak yang tersebar di empat kapanewon, yakni Wonosari, Semanu, Patuk, dan Playen.
Dampak cuaca ekstrem di wilayah ini mencakup sembilan pohon tumbang, dua rumah rusak, dua akses jalan terganggu, satu jaringan listrik terdampak, serta satu kendaraan mengalami kerusakan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Adapun di Kabupaten Bantul, cuaca ekstrem berdampak paling luas dengan 25 titik lokasi terdampak di tujuh kapanewon, meliputi Kasihan, Sewon, Bantul, Sanden, Pleret, Jetis, dan Sedayu.
Dampak yang tercatat antara lain 12 akses jalan terganggu serta 14 rumah mengalami kerusakan. Seluruh kejadian di Bantul juga dilaporkan nihil korban jiwa.
BPBD DIY menyampaikan bahwa upaya penanganan yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, penanganan darurat, serta koordinasi dengan pihak terkait.
Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain TRC BPBD, BPBD kabupaten/kota se-DIY, KTB, TNI, Polri, TAGANA, pemerintah kalurahan dan kabupaten, PLN, komunitas relawan kebencanaan, serta warga masyarakat.
BPBD DIY menegaskan bahwa proses penanganan dan pendataan dampak cuaca ekstrem hingga saat ini masih berlangsung. Data yang disampaikan bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan pembaruan laporan dari lapangan.





