JAKARTA, DISWAY.ID – Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) melakukan terobosan menarik dalam menyambut bulan suci Ramadan 2026.
Alih-alih mengoperasikan dapur umum mandiri untuk menyediakan konsumsi jemaah, pihak pengelola JIC justru memilih untuk menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di lingkungan sekitar masjid.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pengelola JIC ingin agar perputaran ekonomi selama bulan puasa tidak hanya berpusat di dalam masjid, tetapi juga dirasakan langsung oleh warga sekitar yang memiliki usaha kuliner.
BACA JUGA:Skema Pembayaran Utang Whoosh Belum Final, Purbaya Masih Tunggu Arahan
Arif Syukur selaku Wakil Panitia Ramadan Masjid Jakarta Islamic Centre, menjelaskan bahwa sinergi dengan UMKM ini bertujuan agar dampak ekonomi Ramadan bisa tersebar lebih luas dan merata.
Menurutnya, ada sekitar tiga hingga empat pelaku usaha lokal yang dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah setiap harinya.
"Kita tidak menyiapkan dapur langsung, tapi kita bersinergi dengan UKM-UKM sekitar. Supaya secara ekonomi kan tersebar, jadi tidak hanya di satu tempat saja," ujar Pak Arif saat ditemui dalam persiapan menyambut 1 Ramadan di JIC, Rabu 18 Februari 2026.
Sistem kerjanya pun dibuat sederhana namun efektif. Pihak JIC memesan makanan dalam jumlah tertentu kepada beberapa warung atau katering kecil yang berbeda.
"Misalnya kita pesan di UKM A 100 boks, di UKM B mungkin 50 boks. Jadi supaya dari sisi mereka ada peluang untuk lebih mendapatkan keuntungan di bulan Ramadan ini," tambahnya.
Setiap sore menjelang berbuka, para pelaku UMKM ini akan mengirimkan (drop) pesanan nasi boks ke JIC untuk didistribusikan kepada jemaah.
BACA JUGA:Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026 agar Ibadah Lebih Suci dan Khusyuk
Targetnya, pihak masjid menyediakan sekitar 300 hingga 500 paket hidangan berbuka setiap harinya, termasuk paket takjil gratis.
Tak hanya untuk berbuka, kolaborasi ini juga mencakup penyediaan menu sahur bagi jemaah yang melaksanakan Itikaf, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan.
Melalui program bertajuk "Gemausi" atau Gerakan Lima Bungkus Nasi, JIC juga membuka pintu bagi lembaga atau institusi yang ingin berdonasi melalui skema pemesanan ke UMKM mitra tersebut.
Keterlibatan komunitas dan remaja masjid dalam membagikan makanan ini menjadi pelengkap pelayanan JIC tahun ini. Pak Arif menegaskan bahwa tugas utama pengelola adalah menjadi pelayan bagi para jemaah yang hadir sebagai "tamu Allah".
- 1
- 2
- »





