Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memprediksi fluktuasi harga kebutuhan pokok di Ibu Kota akan mulai melandai memasuki pekan ketiga Ramadan. Meskipun saat ini sejumlah komoditas mulai merangkak naik akibat tingginya permintaan awal bulan suci dan kendala pasokan dari daerah produsen.
“Harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai naik awal-awal Ramadan. Biasa seperti itu. Tetapi nanti, menjelang minggu ketiga, harga mulai turun,” ujar Rano di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga :
Jam Kerja ASN DKI Berubah Selama Ramadan, Pelayanan Publik Dipastikan AmanDia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menggelar operasi pasar untuk memastikan warga mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka. Namun, dia belum memerinci jadwal dan lokasi operasi pasar tersebut.
Berdasarkan pemantauan lapangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta di Pasar Induk Kramat Jati hingga Pasar Minggu, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Per 13 Februari 2026, harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp95.966 per kilogram atau naik sebesar Rp2.587.
Ilustrasi pasar. Foto: Dok. Medcom.id.
Kenaikan ini dipicu oleh curah hujan tinggi di wilayah produsen yang mengganggu produksi, ditambah adanya masa libur petani saat menyambut awal Ramadan. Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga tercatat naik, di antaranya daging sapi yang kini mencapai Rp141.538 per kg dan telur ayam di harga Rp31.310 per kg.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Perumda Pasar Jaya berencana menggeber sebanyak 500 kali pasar murah sepanjang periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Upaya masif ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang harga di tingkat konsumen sehingga stabilitas pangan tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem.




