Bisnis.com, JAKARTA - Duel AC Milan kontra Como 1907 di San Siro, Kamis (19/2/2026) dini hari nanti, merupakan salah satu laga penentu seberapa panas peta persaingan empat besar Serie A sampai akhir musim.
Sebagai informasi, Milan dan Como baru akan menjalani pertandingan ke-25. Tuan rumah berada di posisi ke-2 klasemen dengan 53 poin, tak jauh dari Napoli (50 poin), AS Roma (47 poin), dan Juventus (46 poin).
Sementara itu, Como di posisi ke-7 punya bekal 41 poin. Andai pasukan Cecs Fabregas menang melawan Milan, maka Biancoblu akan menggeser Atalanta yang telah menjalani 25 laga, mengumpulkan 42 poin.
Praktis, ada enam tim yang berebut posisi klasemen ke-2 sampai ke-4, dengan AS Roma dan Como berstatus kuda hitam, seiring riwayat mereka yang belum pernah masuk zona Liga Champions UEFA dalam beberapa musim terakhir.
Manajer Rossoneri, Massimilano Allegri bahkan mengakui hasil pertemuan dengan Como akan menjadi salah satu penentu gambaran klasemen Serie A di akhir musim.
"Kita berada di tiga bulan terakhir musim ini, semua akan ditentukan dari sini. Inter memang masih menjadi favorit juara, tapi bagi tim-tim Italia, kualifikasi Liga Champions adalah masalah hidup dan mati," tegasnya dalam konferensi pers jelang laga di laman resmi acmilan.com, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga
- Prediksi Skor AC Milan vs Como: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor Bologna vs AC Milan: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor AS Roma vs AC Milan: Head to Head, Susunan Pemain
Oleh karena itu, kendati pertemuan keduanya di Stadion Giuseppe Sinigaglia berakhir kemenangan 1-3 untuk Milan, Allegri meminta anak-anak asuhnya lebih serius dan disiplin untuk menghadapi Como di kandang sendiri.
Terlebih, Nico Paz Cs musim ini banyak memberi kejutan, terutama atas rekam jejak memenangkan laga sulit melawan tim besar sekaliber Napoli dan Juventus.
"Como masih berpeluang mendapatkan tempat di Liga Champions, mereka punya performa bagus dalam waktu singkat, dan mereka pantas mendapatkan semua pujian yang mereka terima," tambahnya.
Sementara itu, Fabregas menekankan akan coba menjegal Rafael Leao Cs dengan filosofi bermain klub, yakni penguasaan bola apik, banyak mengambil inisiatif, agresif dalam duel perebutan bola, serta menciptakan berjibun peluang dari banyak sisi lapangan.
"Ketika Anda melangkah ke lapangan San Siro melawan Milan, motivasi selalu ada. Ini adalah pertandingan yang sulit secara emosional, juga buat menjaga fokus. Kami ingin membawa pulang poin sebanyak mungkin," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Sebelumnya, Manajer AS Roma Gian Piero Gasperini juga mengaku antusias dengan ramainya perebutan zona Liga Champions dalam klasemen Serie A.
Terlebih, saat skuad Inter Milan, AC Milan dan Juventus sudah berkembang dengan pesat buat mengimbangi juara bertahan Napoli musim ini, perebutan empat besar jadi semakin ketat karena Atalanta dan Como juga ikut merangsek ke atas.
"Inter berkembang pesat, begitu pula Juventus dan Milan. Napoli punya momen-momen bagus, walaupun kesulitan karena kepergian pemain. Kami berada di sana [empat besar] setelah 24 laga. Tapi kemudian, ada juga Como dan Atalanta," ungkapnya.
Gasperini pun mengamini hasil laga head-to-head di antara enam tim tersebut akan menjadi penentu kondisi klasemen saat musim berakhir.
"Kami tampil lebih baik di paruh kedua musim ini, meskipun bermain imbang dengan Milan dan Napoli. Kami kecewa dengan kedua hasil itu, karena kami hampir memenangkan kedua laga tersebut," tambahnya.
Sekadar pengingat, laga Serigala Ibu Kota meladeni Milan di Stadion Olimpiade Roma akhir bulan lalu hanya berakhir imbang 1-1.
Lantas, akhir pekan lalu, I Lupi pun hanya bisa membawa pulang satu poin di kandang Napoli dengan skor akhir 2-2. Gol penyama kedudukan dari Alisson Santos pada menit ke-82 tampak menjadi petaka buat Paulo Dybala dkk.
"Seandainya kami memiliki [Donyell] Malen di paruh pertama musim, kami bisa memiliki poin lebih banyak. Tapi kami berkembang, memenangkan lebih banyak laga, kendati belum maksimal dalam banyak head-to-head," ungkapnya menanggapi laga kontra tim-tim rival di empat besar.
Berikutnya, head-to-head terdekat dengan tim rival yang harus dimaksimalkan AS Roma adalah laga meladeni Juventus di awal bulan depan, lantas melawat ke kandang Como pada pertengahan Maret.
Adapun, laga panas perebutan zona Liga Champions klasemen Serie A juga akan tersaji pada pekan ke-26, lewat pertemuan Juventus-Como dan Atalanta-Napoli pada akhir pekan ini.





