Festival Imlek 2577 di Makassar Jadi Simbol Keberagaman dan Penguatan Pariwisata Lokal

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 17 Februari 2026 di Makassar menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perayaan Valentine, bulan Ramadhan, serta masa Prapaskah umat Kristiani. Keunikan ini menjadikan Imlek tahun ini sebagai simbol keberagaman budaya dan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat.

Festival Imlek digelar selama tiga hari, mulai Jumat, 13 Februari hingga Minggu, 15 Februari 2026, di Trans Studio Mall Makassar. Acara ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis, sehingga tidak hanya masyarakat Tionghoa yang ikut merayakan, melainkan juga masyarakat non-Tionghoa yang antusias berpartisipasi dalam berbagai kegiatan meriah.

Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT) FIB Unhas turut berperan aktif dalam festival melalui kerja sama dengan pihak Trans Studio Mall. Pada hari pertama, BMKT menyelenggarakan berbagai penampilan budaya dan stan makanan yang dikelola oleh pelaku UMKM lokal di Atrium Paris. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan mendukung pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan harapan di Tahun Kuda Api yang melambangkan kerja keras dan ketekunan. Unsur api yang merupakan bagian dari lima elemen dalam filosofi Tiongkok juga menggambarkan semangat dan energi yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat.

Ketua Program Studi BMKT FIB Unhas, Dian Sari Unga Waru, menegaskan pentingnya perayaan Imlek sebagai ruang pemersatu antar etnis di Indonesia.

“Secara objektif, perayaan Imlek sebaiknya diadakan setiap tahun supaya bisa mengecilkan celah antara masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa. Imlek bisa menjadi salah satu wadah pemersatu,” jelas Dian saat ditemui di lokasi festival.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan kebanggaannya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam festival tersebut.

“Saya sangat bangga melihat mahasiswa bisa mempresentasikan kebudayaan Tiongkok meskipun itu bukan budaya mereka sendiri. Kami juga sangat senang karena masyarakat sangat antusias ikut merayakan Imlek,” pungkasnya. (*)

Intan Nur Aini, Magang Fajar, Unhas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Ekor Sapi Disembelih dan Dimasak hingga Dibagikan untuk Pondok Pesantren di Aceh dari Prabowo
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Konsolidasi Kekuasaan dan Arah Baru Politik Tiongkok
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Pastikan THR PNS Cair Pekan Pertama Puasa
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pantauan hilal IKN tandai sejarah penentuan Ramadhan 
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kelme Launching Jersey Baru Timnas Indonesia pada Maret 2026, Debut di FIFA Series
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.