Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan nasional. Bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), ITS memfasilitasi kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang mengulas sejumlah kebijakan pemerintah dari sudut pandang akademisi dan praktisi di Gedung Rektorat ITS, Rabu 18 Februari 2026.
Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati, saat membuka forum menyatakan bahwa FGD ini merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat untuk pemerintah. Melalui diskusi tersebut, masukan dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan menjadi jembatan kritik dan evaluasi bagi program-program pemerintah yang sedang berjalan.
“Masukan dari berbagai pihak ini penting untuk Bakom RI guna perbaikan kebijakan pemerintah,” tutur Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.
Senada dengan Rektor, Ketua Pelaksana FGD, Prof Dr Murpin Josua Sembiring Gurky, menjelaskan bahwa diskusi kritis ini juga membedah pro dan kontra program pemerintah saat ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih memerlukan kajian lebih mendalam.
“Jika beberapa program pemerintah saat ini berhasil mempercepat transformasi sumber daya manusia, maka pemerintah optimis bisa menuju Indonesia Emas 2045,” tegas pria asal Binjai tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo, selaku pembicara utama menyampaikan bahwa diskusi ini menjadi wadah penyebaran informasi terkait program-program Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa program MBG merupakan bentuk sinergi pemerintah untuk melakukan intervensi gizi bagi generasi penerus bangsa.
Meski demikian, Angga mengakui adanya kekurangan dan kendala teknis pada program MBG yang perlu diperbaiki secara sistematis. Ia menyadari pentingnya evaluasi dari berbagai perspektif, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Perwakilan mahasiswa ITS, Marcellino Pasaribu, sempat memberikan masukan agar alokasi anggaran bisa lebih fleksibel untuk kebutuhan pendidikan lainnya.
“Dana MBG bahkan bisa digunakan untuk pemulihan pascabencana di Aceh,” tutur Sekretaris Jenderal 1 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS tersebut.
Menutup diskusi, Angga menyampaikan bahwa seluruh masukan akan diteruskan ke pemerintah pusat agar dapat ditindaklanjuti. Ia juga berharap diskusi terfokus semacam ini dapat meluruskan disinformasi yang beredar di masyarakat.
“Informasi yang dikonsumsi oleh masyarakat perlu berterus terang agar tidak membuat citra pemerintah buruk,” tutup Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo.
Kegiatan gelar wicara ini sejalan dengan peran perguruan tinggi sebagai ruang dialektika antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Pendidikan Berkualitas.
Editor: Redaksi TVRINews





