Pascabencana, Tito: Data BNPB per 17 Febuari Jumlah Pengungsi Alami Penurunan 

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi dukungan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dalam percepatan penanganan pascabencana.

Penegasan tersebut disampaikan Kasatgas Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting demi optimalnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

“Progres terkini pemulihan pascabencana di Sumatera. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 17 Februari 2026, jumlah pengungsi terus mengalami penurunan signifikan,” ujar Tito.

Dia memaparkan, di Provinsi Aceh dari semula 1.418.872 pengungsi turun menjadi 12.144 pengungsi. Kemudian, di Provinsi Sumatera Utara dari semula 53.523 pengungsi turun menjadi 850 pengungsi.

“Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah 0 dari sebelumnya 16.164. Ada yang sudah pulang kembali mendapatkan bantuan, stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan dana tunggu hunian,” ujar Tito.

Pemerintah Percepat Pemulihan 

Tito menambahkan, saat ini pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan, termasuk dari sisi infrastruktur. Hal itu meliputi perbaikan jembatan, jalan, serta fasilitas publik lainnya.

Ia mengungkapkan, daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera umumnya memiliki karakteristik tantangan masing-masing.

Misalnya, lanjut dikatakan Tito, di daerah dataran tinggi yang mengalami bencana tanah longsor. Peristiwa itu mengakibatkan jalan tertimbun dan jembatan rusak.

“Tapi mereka terkunci. Itu membuat waktu itu awal-awal [daerah terdampak bencana] kesulitan logistik. Di daerah pegunungan ini hampir tidak pernah ada sekian puluh tahun bencana seperti ini. Sehingga sistem logistik mereka itu mungkin tiga hari saja mampu,” imbuhnya.

Tito mengungkapkan, untuk itulah pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Perum Bulog. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan stok bahan pangan dan logistik tercukupi di daerah terdampak bencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perbedaan Awal Ramadhan, MUI Ingatkan Sikap Toleran Empat Imam Mazhab
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Bitcoin Bearish, Pemulihan Dinilai Tak Akan Terjadi Cepat
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sekjen Kemendagri Soroti Gejolak Harga Bapok, Pemda Diminta Sigap Awasi
• 4 jam laludetik.com
thumb
RRQ Jemkin Soroti Dugaan Nepotisme di Masters Santiago 2026
• 30 menit lalumedcom.id
thumb
Catatan Ketua Komisi DPR Buat Pemulihan Sumatera: Infrastruktur, Pendidikan-Data
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.