Polda Metro Jaya memetakan titik-titik keramaian yang berpotensi memicu kemacetan selama bulan Ramadan, terutama di lokasi perburuan takjil. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi lokasi-lokasi bazar Ramadan yang kerap mengganggu arus lalu lintas.
"Untuk lokasi takjil ataupun bazar Ramadan, kita sudah petakan baik itu di Benhil, biasanya di Benhil ada dan beberapa titik-titik lainnya nah yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas nanti kita pertama sudah terpetakan tempat-tempat takjil tersebut dan kedua kita akan menempatkan personel lalu lintas di area-area tempat takjil tersebut," kata Robby kepada wartawan, Rabu (18/2).
Selain titik takjil, Robby menyebut akan terjadi pergeseran jam kemacetan di Jakarta. Pada pagi hari, kemacetan diprediksi melandai karena kebijakan jam kerja kantor yang lebih siang. Namun, kepadatan justru akan datang lebih awal di sore hari.
"Kemungkinan besar kalau untuk pergerakan masyarakat di bulan puasa khususnya di bulan Ramadan ini nanti kami masih melakukan analisa dan prediksi untuk khususnya di pagi hari tentunya dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga mungkin pergerakan masyarakat lalu lintas itu untuk pagi hari di antara jam 9 sampai 10," tuturnya.
Sementara untuk sore hari, Robby mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kepadatan sejak pukul 14.00 WIB, terutama pada jalur-jalur penyangga Jakarta.
"Sedangkan untuk sore hari, kemungkinan besar masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa dengan keluarga maupun family, kemungkinan besar di jam 2 sampai jam 3 sore sudah mengalami peningkatan volume kendaraan yang mengarah ke bekasi maupun ke daerah selatan," pungkas Robby.





