JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran bantuan sosial untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera mencapai Rp 2 triliun.
Sebagian anggaran telah tersedia melalui kebijakan Rincian Output Direktif khusus Presiden.
"Anggaran kami yang kita butuhkan nanti semuanya itu Rp 2 triliun lebih, Rp 600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO (Rincian Output) khusus direktif Presiden. Terima kasih dukungan bantuan dari Pak Mensesneg," tutur Gus Ipul dalam rapat di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Gus Ipul menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 29 dari 53 kabupaten/kota telah tervalidasi oleh Kemensos dan siap menerima penyaluran bantuan.
"Sudah ada 29 dari 53 Kabupaten/Kota yang telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap untuk disalurkan," tutur dia.
Adapun untuk bantuan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, Kemensos telah menyalurkan dana lebih dari Rp 14 miliar kepada seluruh keluarga korban.
"(Total) Rp 14 miliar lebih disalurkan kepada 990 korban meninggal dunia. Senilai Rp 15 juta bagi yang meninggal dunia," kata Gus Ipul.
Kemudian, bansos jaminan hidup atau jadup sudah mulai disalurkan khususnya kepada empat Kabupaten, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, Padang Sidempuan, dan juga Padang Panjang.
Baca juga: Jawab Menkes, Mensos Pastikan PBI Nonaktif Bisa Kembali Berobat
"Nilainya Rp 20 miliar lebih, mulai hari ini, kami juga menyalurkan kepada data-data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi," ucapnya.
Sementara itu, bantuan isian hunian sementara dan hunian tetap yang telah tervalidasi dan siap disalurkan mencapai hampir Rp 98 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang