Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga melemah 1,65% menjadi ke level USD2,30 triliun.
Baca juga: Inflasi AS Melandai, Bitcoin Sempat Rebound Sebelum Terperosok
Panji Yudha, Financial Expert Ajaib menjelaskan pasar kripto saat ini masih dalam ketidakpastian dengan Indeks Fear and Greed yang merosot ke level 10 (Extreme Fear), pelemahan BTC juga terjadi seiring penurunan sektor saham teknologi di AS.
Bitcoin pun ikut terkoreksi di tengah penarikan modal besar-besaran di pasar derivatif, di mana Open Interest anjlok drastis sebesar 55% menjadi USD44 miliar penurunan terdalam sejak April 2023 yang menandakan para trader sedang memangkas leverage secara masif.
Di tengah situasi "berdarah" ini, institusi raksasa Strategy justru melakukan aksi borong dengan menambah 2.486 BTC senilai USD168,4 juta pada harga rata-rata USD67.710.
Akumulasi ini meningkatkan total kepemilikan mereka menjadi 717.131 BTC, menunjukkan kepercayaan kuat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meskipun data inflasi konsumen (CPI) melandai ke 2,4% (turun dari 2,7% di Desember), pasar tetap waspada terhadap agenda penting pekan ini:
Notulen Rapat Fed: Dokumen dari pertemuan Januari akan dirilis pada hari Kamis (19/2) dini hari pukul 02:00 WIB, yang dapat memicu volatilitas jika nada pejabat Fed cenderung hawkish.
Data Inflasi PCE: Indeks harga PCE—indikator inflasi favorit Fed—akan dirilis pada Jumat (20/2).
Risiko Pasar: Jika hasil PCE lebih tinggi dari perkiraan, hal tersebut dapat mendorong imbal hasil obligasi dan dolar AS naik, sebuah kombinasi yang biasanya menghantam aset spekulatif seperti kripto dengan keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





