Menag Nasaruddin Jadi Penceramah Tarawih Pertama di Masjid Istiqlal

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menag Nasaruddin Umar dijadwalkan menjadi penceramah pada saat penyelenggaraan salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal malam ini.

Menag Nasaruddin Jadi Penceramah Tarawih Pertama di Masjid Istiqlal

IDXChannel - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar dijadwalkan menjadi penceramah pada saat penyelenggaraan salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal malam ini.

Dilihat dari situs resmi, Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal akan menyampaikan ceramah dengan tema Ramadan Hijau. Salat tarawih di Istiqlal akan dilangsungkan 20 rakaat serta 3 rakaat salat witir. 

Baca Juga:
Daging Kurban Sapi Prabowo-Gibran untuk Makan Bergizi 2.000 Anak Yatim di Istiqlal

Imam pertama akan memandu salat isya dan tarawih 8 rakaat, sementara imam kedua akan memandu salat tarawih 12 rakaat serta 3 rakaat salat witir.

Secara terpisah, ia menjelaskan, tema tersebut akan dipararelkan dengan tema di Kementerian Agama yang digagas yakni echotheology.

Baca Juga:
51 Pasangan Nikah Massal Gratis di Masjid Istiqlal

“Jadi echotheology itu ini ada maknanya sangat fundamental ya. Karena kita sadar bahwa Tuhan itu kan lebih menonjol sebagai feminin God, lebih menonjol sebagai nurture. Nurture itu apa? Lembut, mendidik, mengasuh, membina ya,” ujar dia kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

“Nah bukan sebagai Tuhan Maha pendendam, Mahakeras, dan Mahajantan, Mahastruggle. Nabinya pun juga lebih menonjol sebagai jamaliah, feminine prophet ya kan. Kitab sucinya pun juga menonjol sebagai kitab-kitab feminin, kitab penuh kelembutan,” kata dia.

Baca Juga:
Jelang Pergantian Tahun, Jamaah Padati Masjid Istiqlal untuk Malam Muhasabah 

Dia menjelaskan, tema tersebut juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi agama yang bagaimana mengajak masyarakat untuk mencintai alam semesta.

“Karena tidak mungkin kita bisa menjadi hamba tanpa alam yang sehat. Tidak mungkin bisa menjadi khalifah yang baik tanpa alam yang sehat juga. Nah alam ini punya hak, manusia juga punya hak. Jadi kalau kita tidak menghargai haknya alam semesta, alam akan marah,” katanya.

“Nah apa jadinya kalau alam marah? Ya kan? Ada banjir, ada longsor, ada tsunami, ada macam-macam. Nah cara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan fundamental ini kita harus lebih banyak kembali bagaimana kita bersahabat dengan alam," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tiba di AS untuk Hadiri KTT Board of Peace
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Ternyata Ini Kepanjangan Kijang pada Mobil Toyota, Sudah Tahu Belum?
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Skemanya
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
BNI Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor, Ini Buktinya
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bela Vinícius, Arbeloa: Sepak Bola tak Boleh Jadi Ruang Rasisme
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.