Anggaran Belum Cair, Menag Akui Madrasah dan Pesantren Masih Terdampak Bencana Sumatera

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.con - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengakui ratusan madrasah dan pondok pesantren di Sumatra masih belum pulih sepenuhnya pascabencana.

Ironisnya, usulan anggaran Rp702,92 miliar yang diajukan ke Menteri Sekretaris Negara hingga kini belum mendapat persetujuan.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

“Kementerian Agama bertanggung jawab untuk tiga komponen. Pertama madrasah, kedua pondok pesantren, dan yang ketiga rumah ibadah,” ujar Nasaruddin.

Ia memaparkan, total madrasah terdampak di tiga provinsi mencapai 773 unit. Dari jumlah itu, 651 sudah beroperasi atau sekitar 84 persen.

Artinya, masih ada 122 madrasah yang belum berjalan normal.

“Ya, yang belum adalah 122 dan dana yang dibutuhkan untuk itu 228 miliar,” katanya.

Untuk pondok pesantren, jumlah yang terdampak lebih besar lagi, yakni 1.173 unit. Namun yang sudah kembali operasional baru 883 atau 75 persen.

“Yang belum operasional 290 dan dana yang diperlukan untuk itu 144,64 miliar,” ungkapnya.

Sementara rumah ibadah terdampak 1.593 unit. Meski 97 persen sudah kembali digunakan, masih ada 35 unit yang belum pulih.

“Jadi tinggal 35 unit dan dana yang dibutuhkan adalah 117 miliar,” jelas Nasaruddin.

Secara keseluruhan, Kemenag mengusulkan anggaran Rp702,92 miliar melalui skema khusus Direktorat Presiden. Namun, hingga kini belum ada lampu hijau.

“Total usulan penggunaan khusus Direktorat Presiden yang kami usulkan ke Pak Mensesneg itu 702,92 miliar, tapi belum mendapatkan persetujuan Mensesneg. Kami mohon pada kesempatan ini betul-betul kita perlukan,” tegasnya.

Ia merinci, di Aceh saja terdapat 471 madrasah terdampak, dengan 47 rusak berat dan 9 harus direlokasi. Di Sumatera Utara ada 263 madrasah terdampak, termasuk 41 rusak berat.

Sementara di Sumatera Barat, dari 39 madrasah terdampak, 22 mengalami rusak berat dan 3 harus direlokasi.

Menurutnya, perhitungan kerusakan didasarkan pada ruang esensial seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kepala madrasah.

Nasaruddin menegaskan, percepatan pemulihan sangat bergantung pada persetujuan anggaran.

“Maka dari itu kami sangat tergantung dengan dana yang kami usulkan ke Pak Mensesneg tadi,” ujarnya.

Sembari menunggu anggaran cair, Kemenag mengaku melakukan langkah darurat. Santri dititipkan ke pesantren yang tidak terdampak, madrasah memanfaatkan ruang alternatif, dan mushola darurat dibangun sembari menunggu perbaikan permanen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hamas Minta Board of Peace Desak Israel Hentikan Pelanggaran di Gaza
• 17 jam laludetik.com
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Cairkan Santunan Ratusan Juta di Harjasda 167
• 8 jam lalurealita.co
thumb
RamadanLive, Menemani Sore Menjelang Berbuka dengan Cerita dari Lapangan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Wisata Guci Rusak Imbas Banjir Bandang, Mensesneg Ungkap Langkah Pemerintah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Masjid Jakarta Islamic Centre Gandeng UMKM Sekitar untuk Pasok Ratusan Boks Takjil dan Sahur
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.