Brilio.net - PT Produksi Film Negara (PFN) (Persero) berencana mencetak sejarah dengan membangun bioskop milik negara pertama di Indonesia. Proyek ini diumumkan oleh Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, atau yang lebih akrab disapa Ifan Seventeen, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada awal Februari 2026.
Bioskop yang diberi nama Sinewara ini akan menjadi pilot project bagi PFN untuk memperluas akses hiburan film di tanah air. Langkah ini diambil sebagai respons atas minimnya jumlah layar bioskop jika dibandingkan dengan total populasi penduduk Indonesia saat ini.
BACA JUGA :
Pemeran Natalie di Bajaj Bajuri ini ternyata saudara ipar Ifan Seventeen, ini 11 potret terbarunya
Lokasi Strategis dan Visi Pengembangan Daerah
Bioskop negara pertama
foto: YouTube/@TVRPARLEMEN
Rencananya, Sinewara akan didirikan di kawasan kantor PFN yang berlokasi di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Meski tanggal pasti dimulainya konstruksi belum diumumkan, Ifan menekankan bahwa proyek ini diharapkan menjadi pematik bagi pengembangan bisnis serupa di berbagai wilayah lain.
BACA JUGA :
Beda hampir 20 tahun tapi bak kakak adik, begini 10 potret kebersamaan Citra Monica dan putrinya
"Jadi ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama, semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain ikut mengembangkan bisnis bioskop negara ini, dengan cara bergabung sebagai shareholder," ujar Ifan Seventeen dikutip brilio.net dari YouTube TVR Parlemen.
Kesenjangan Jumlah Layar Bioskop di IndonesiaBerdasarkan data internal PFN, persebaran bioskop di Indonesia saat ini masih sangat tidak merata dan terpusat di Pulau Jawa. Dari total 505 bioskop dengan 2.401 layar, sekitar 70% berada di Jawa, sementara Sumatra hanya memiliki 15%, dan Kalimantan sebesar 5%.
Ifan menjelaskan bahwa idealnya Indonesia memiliki target hingga 10.000 hingga 20.000 layar agar bisa bersaing dengan negara-negara seperti India, China, atau Amerika Serikat. Saat ini, hanya sekitar 25-30% kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang sudah memiliki fasilitas bioskop. Ketimpangan inilah yang ingin dijembatani melalui kehadiran Sinewara dan ekspansi bioskop negara ke depannya.





