Pemukim Israel dilaporkan mengusir 15 keluarga Palestina di Tepi Barat. Mereka memaksa keluarga Palestina itu untuk merobohkan rumahnya dan meninggalkan wilayah Tepi Barat.
Dilansir Aljazeera, Rabu (18/2/2026), Kepala Dewan Desa al-Malih, Mahdi Draghmeh mengatakan kepada kantor berita Wafa, bahwa Selasa (17/2) keluarga Palestina yang diusir paksa mulai membongkar rumah mereka di tengah meningkatnya serangan oleh para pemukim Israel.
Menurut Wafa, tujuh keluarga tambahan dari komunitas Maita di dekatnya terpaksa pergi beberapa hari sebelumnya setelah serangan dan ancaman serupa dari para pemukim.
Dalam insiden terpisah, para pemukim Israel itu juga menyerang pria dari desa Nabi Samwil, barat laut Yerusalem Timur, di wilayah yang didudukinya, melukai seorang pria yang kemudian dibawa ke rumah sakit dengan luka memar.
Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya serangan pasukan Israel di beberapa wilayah di Tepi Barat yang diduduki, dengan laporan penggerebekan dan penghancuran di Nablus, Al Khader, dan Salfit kemarin.
Pemerintah Israel telah memajukan serangkaian langkah untuk memperkuat kendalinya atas wilayah yang diduduki tersebut. Ini termasuk mempermudah para pemukim untuk membeli tanah Palestina, dan membuka pendaftaran tanah Palestina sebagai tanah negara Israel.
(zap/lir)




