Makhluk Berusia 125 Juta Tahun Muncul di China, Wujudnya Bikin Kaget

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Prajurit Terakota Mausoleum Kaisar Qin Pertama, Xi'an dipajang pada 24 Juni 2018 di Xi'An, Tiongkok. Dibuat pada Dinasti Qin dari 246 SM hingga 208 SM, figur tersebut dibuat untuk menjaga makam kaisar dan ditemukan oleh arkeolog Tiongkok Zhao Kangmin pada tahun 1974. (Getty Images/Tao Zhang)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok ilmuwan menemukan tipe dinosaurus baru yang merupakan bagian dari keluarga Iguanodontia, yakni kelompok dinosaurus pemakan tumbuhan. Para paleontolog sudah mempelajari Iguanodontia selama lebih daru dua abad, setelah pertama kali diidentifikasi pada awal 1800-an.

Iguanodontia memiliki ciri khas mulut berparuh dan kaki belakang yang kuat. Dikutip dari ScienceDaily, para peneliti akhirnya menemukan anggota baru keluarga Iguanodontia yang selama ini belum pernah dikenal.


Makhluk purba yang baru 'muncul' ke permukaan ini memiliki jenis penutup tubuh yang belum pernah didokumentasikan pada dinosaurus mana pun sebelumnya.

Para peneliti telah mengidentifikasi spesies yang sebelumnya tidak dikenal yang memiliki jenis penutup tubuh yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya pada dinosaurus mana pun.

naga berduri". (Instagram/fabio_manucci)" title="Dinosaurus Haolong "naga berduri"." />Foto: Dinosaurus Haolong "naga berduri". (Instagram/fabio_manucci)
Dinosaurus Haolong "naga berduri". (Instagram/fabio_manucci)

Tim ilmuwan dari CNRS yang berkolaborasi dengan beberapa institusi menemukan jejak dinosaurus baru ini di China. Mereka menemukan sisa-sisa fosil Iguanodontian muda yang terawetkan dengan sangat baik.

Pilihan Redaksi
  • Bumi Sudah Berubah, Peneliti Ungkap Fakta 66 Juta Tahun Lalu
  • Sungguh Dahsyat! Ini 12 Lubang Raksasa Akibat Meteor Jatuh di Bumi

Keunikan spesimen baru ini bukan hanya tampak dari kerangkanya, tetapi juga kulitnya yang terawetkan. Jaringan lunak jarang bertahan selama jutaan tahun. Namun dalam kasus ini, bahkan detail mikroskopis pun tetap utuh.

Sel Berusia 125 Juta Tahun

Tim ilmuwan menggunakan teknik penggambaran canggih seperti pemindaian X-ray dan analisis histologis resolusi tinggi yang melibatkan pemeriksaan irisan jaringan yang sangat tipis di bawah mikroskop. Alhasil, peneliti dapat mempelajari fosil pada level sel.

Mereka menemukan sel kulit dinosaurus ini sudah terawetkan sekitar 125 juta tahun. Tingkat detail ini memungkinkan para ilmuwan merekonstruksi struktur duri berongga yang tidak biasa yang tertanam di kulit.

Duri-duri yang berasal dari kulit ini menutupi sebagian besar tubuh dinosaurus. Tidak seperti tanduk atau lempeng tulang, duri-duri ini bukan perpanjangan tulang yang padat.

Sebaliknya, duri-duri ini adalah struktur berongga, sebuah ciri yang belum pernah diamati sebelumnya pada dinosaurus. Spesies yang baru diidentifikasi ini diberi nama Haolong dongi, untuk menghormati Dong Zhiming, seorang paleontolog China yang memberikan kontribusi besar pada penelitian dinosaurus di China.

Haolong dongi adalah dinosaurus pemakan tumbuhan. Pada periode Cretaceous Awal, ketika ia hidup, dinosaurus karnivora kecil berburu di ekosistem yang sama. Duri-duri berongga tersebut kemungkinan berfungsi sebagai adaptasi pertahanan, bekerja dengan cara yang mirip dengan duri landak untuk mencegah serangan predator.

Namun, pertahanan sepertinya bukan satu-satunya fungsi duri-duri tersebut. Para peneliti menyimpulkan duri-duri itu juga membantu meregulasi temperatur tubuh atau diistilahkan 'thermoregulation'.

Struktur yang meningkatkan luas permukaan dapat membantu melepaskan atau menyimpan panas. Kemungkinan lain, duri-duri tersebut memiliki peran sensorik, membantu dinosaurus mendeteksi pergerakan atau perubahan lingkungan di sekitarnya.

Penemuan yang Benar-benar Baru

Hingga fosil ini ditemukan, tak ada bukti yang menyebutkan dinosaurus memiliki duri berongga berbasis kulit seperti ini. Perlu dicatat, spesimen yang ditemukan masih muda, sehingga para ilmuwan belum dapat memastikan apakah individu dewasa dari spesies tersebut mempertahankan struktur yang sama saat. Penemuan lebih lanjut diperlukan untuk menjawab pertanyaan itu.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution pada 6 Februari 2026. Penemuan ini memperkenalkan fitur yang benar-benar baru pada keragaman anatomi dinosaurus yang selama ini diketahui.

Penemuan ini tidak hanya menambahkan spesies baru ke dalam kelompok Iguanodontia, tetapi juga mengungkapkan bahwa kulit dan penutup tubuh dinosaurus lebih beragam dan inovatif daripada yang dipahami sebelumnya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Solusi Kelistrikan Yang Penting Bagi Proyek Data Center Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penerangan Berbasis PLTS Hadir, Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Agama Ayushita Jadi Sorotan Usai Dinikahi Gitaris Barasuara Gerald Situmorang, Benarkah Menikah Secara Tertutup?
• 14 jam laluharianfajar
thumb
[FULL] Aryanto Sutadi Soal Roy Suryo CS Minta SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Bakal Temui Jalan Buntu?
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Diskotek hingga Panti Pijat di Depok Dilarang Beroperasi Selama Ramadan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Trump Sebut Jepang Mulai Realisasikan Investasi Rp9.268 Triliun di Sektor Energi dan Mineral AS
• 17 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.